Bulan Depan, Pemerintah Filipina-Pemberontak Maois Lanjutkan Perundingan Damai
Minggu, 12 Maret 2017 - 17:19 WIB
Bulan Depan, Pemerintah Filipina-Pemberontak Maois Lanjutkan Perundingan Damai
A
A
A
MANILA - Para perunding dari pemerintah Filipina dan pemberontak Maois mencapai kesepakatan untuk melanjutkan perundingan perdamaian resmi bulan depan. Keputusan ini muncul sebulan setelah Presiden Rodrigo Duterte marah dan membatalkan pembicaraan karena pemberontak menyerang tentara.
Penasehat perdamaian Duterte, Jesus Dureza mengatakan, kedua belah pihak akan mengadakan pembicaraan di minggu pertama bulan April untuk bekerja di luar gencatan senjata bilateral. Ia mengatakan hal itu setelah dua hari melakukan pembicaraan informasl di Utrecht selama akhir pekan.
"Saya senang untuk mengumumkan bahwa perundingan perdamaian antara pemerintah Filipina dan Partai Komunis Filipina, Front Demokratik Tentara Rakyat Nasional yang gagal minggu yang lalu, sekarang kembali ke jalurnya lagi," kata Dureza pada postingan di Facebook.
"Para pihak diharapkan untuk memulai diskusi tentang gencatan senjata bilateral selama rencana pembukaan kembali negosiasi pada minggu pertama bulan April, tahun ini," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (12/3/2017)
Pertemuan kedua akan dilakukan setelah bulan Juni. Pembicaraan tersebut ditengahi oleh Norwegia untuk mengakhiri konflik yang berjalan hampir lima dasawarsa. Sepanjang itu lebih dari 40.000 orang tewas. Pemberontakan komunis adalah salah satu pemberontakan terlama di Asia.
Duterte sebelumnya membatalkan pembicaraan damai bulan lalu karena meningkatnya serangan pemberontak Maoist di pedesaan, yang merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata unilateral. Ia mengatakan ia hanya akan setuju untuk melanjutkan pembicaraan jika pemberontak menghentikan serangan dan kegiatan pemerasan di tambang dan perkebunan.
Penasehat perdamaian Duterte, Jesus Dureza mengatakan, kedua belah pihak akan mengadakan pembicaraan di minggu pertama bulan April untuk bekerja di luar gencatan senjata bilateral. Ia mengatakan hal itu setelah dua hari melakukan pembicaraan informasl di Utrecht selama akhir pekan.
"Saya senang untuk mengumumkan bahwa perundingan perdamaian antara pemerintah Filipina dan Partai Komunis Filipina, Front Demokratik Tentara Rakyat Nasional yang gagal minggu yang lalu, sekarang kembali ke jalurnya lagi," kata Dureza pada postingan di Facebook.
"Para pihak diharapkan untuk memulai diskusi tentang gencatan senjata bilateral selama rencana pembukaan kembali negosiasi pada minggu pertama bulan April, tahun ini," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (12/3/2017)
Pertemuan kedua akan dilakukan setelah bulan Juni. Pembicaraan tersebut ditengahi oleh Norwegia untuk mengakhiri konflik yang berjalan hampir lima dasawarsa. Sepanjang itu lebih dari 40.000 orang tewas. Pemberontakan komunis adalah salah satu pemberontakan terlama di Asia.
Duterte sebelumnya membatalkan pembicaraan damai bulan lalu karena meningkatnya serangan pemberontak Maoist di pedesaan, yang merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata unilateral. Ia mengatakan ia hanya akan setuju untuk melanjutkan pembicaraan jika pemberontak menghentikan serangan dan kegiatan pemerasan di tambang dan perkebunan.
(ian)