Diplomat Eropa Timur Memohon Bantuan AS Lawan Rusia

Rabu, 08 Maret 2017 - 10:24 WIB
Diplomat Eropa Timur...
Diplomat Eropa Timur Memohon Bantuan AS Lawan Rusia
A A A
WASHINGTON - Diplomat dari enam negara Eropa Timur mengimbau senator Amerika Serikat (AS) untuk membantu mereka berdiri melawan gangguan dari Rusia, termasuk serangan cyber. Mereka juga bersikeras bahwa sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia jangan dihapuskan dalam waktu dekat.

Menteri luar negeri Ukraina serta duta besar dari Polandia, Georgia, Latvia, Lithuania dan Estonia untuk AS muncul di Senat dalam sidang subkomite yang membahas aktivitas Rusia di negara mereka.

"Sampai Rusia keluar dari tanah Ukraina, seharusnya tidak ada pengenduran sanksi. Sebaliknya, sanksi tersebut harus ditingkatkan," kata Menteri Luar Negeri Ukraina Pavlo Klimkin seperti dikutip dari Reuters, Rabu (8/3/2017).

Diplomat lainnya setuju, menggambarkan upaya negara mereka dan lain-lain untuk mengurangi ketergantungan mereka pada gas alam Rusia untuk kebutuhan energi mereka. "Kami benar-benar berpikir tentang diversifikasi," kata Piotr Wilczek, duta Polandia untuk Washington.

Para diplomat juga menjelaskan perilaku Rusia seperti "perang hybrid," menggabungkan serangan cyber dan propaganda dengan ancaman atau penggunaan kekerasan. Misalnya, Duta Besar Georgia David Bakradze menjelaskan siaran Rusia yang mengecilkan Georgia ditengah upaya negara itu untuk bergabung dengan aliansi NATO.

Senator AS dari Partai Republik Lindsey Graham, ketua subkomite yang mengawasi Departemen Luar Negeri dan bantuan luar negeri, menyebut sidang di tengah kekhawatiran bahwa Presiden Donald Trump mungkin tidak berdiri untuk menentang Moskow. Termasuk pembicaraan bahwa ia mungkin mencabut sanksi yang diberlakukan setelah Rusia mencaplok Crimea dari Ukraina.

Graham mengisyaratkan bahwa ia mendukung bantuan lanjutan dan menyebutnya penting untuk keamanan AS. "Aman bagi Anda, lebih aman bagi Kami," kata Graham.

Beberapa anggota subkomite kemudian bertanya bantuan yang mungkin berguna. Para diplomat mengatakan bantuan militer, termasuk senjata defensif. Amerika Serikat pada bulan Januari mulai penguatan militer terbesarnya di Eropa dalam beberapa dekade, ketika 2.700 tentara tiba di Polandia. Negara itu meminta pasukan AS dan NATO setelah aneksasi Rusia semenanjung Krimea pada tahun 2014.
(ian)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
6 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
7 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
8 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
9 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
10 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
11 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved