WikiLeaks Rilis Data Penyadapan Rahasia Terbesar CIA

Rabu, 08 Maret 2017 - 00:14 WIB
WikiLeaks Rilis Data...
WikiLeaks Rilis Data Penyadapan Rahasia Terbesar CIA
A A A
WASHINGTON - Organisasi anti-kerahasiaan WikiLeaks menerbitkan dokumen yang diklaim hasil penyadapan rahasia terbesar yang dilakukan Central Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat (AS). Penyadapan oleh CIA ini diberi nama kode “Vault 7”.

Organisasi yang didirikan Julian Assange ini menyatakan publikasi dokumen CIA ini bisa menjadi yang terbesar dalam sejarah.

Bocoran dokumen CIA meliputi data penyadapan tahun 2016 yang berisi lebih dari 8.000 dokumen dan file. Data rahasia itu diperoleh dari sebuah lokasi terisolasi dari jaringan keamanan tinggi di CIA's Centre for Cyber Intelligence di Langley, Virginia. Sumber pembocor data dirahasaikan WikiLeaks mengingat data yang dibocorkan sangat sensitif.

Dalam siaran pers pada Selasa (7/3/2017), WikiLeaks mengatakan data yang mereka peroleh dinamai sebagai “Year Zero”. Data itu terkandung jutaan baris kode komputer yang menunjukkan kekuatan besar infiltrasi cyber dari mata-mata terkenal AS. Senjata cyber yang digunakan termasuk eksploitasi "zero-day", sistem kontrol malware dan virus Trojan.

Bocoran dokumen ini menggambarkan lingkup “weaponised exploits” CIA, di mana badan intelijen AS ini bisa menggunakannya untuk menargetkan produk yang dibuat oleh AS dan perusahaan teknologi Eropa dan mengubahnya menjadi perangkat penyadapan semacam alat pendengar rahasia.

Apa Dampaknya?

Menurut WikiLeaks, korban teknik penyadapan CIA ini termasuk Samsung TV, Microsoft Windows, iPhone dan smartphone yang menggunakan sistem operasi Google Android. Teknik tersebut, kata WikiLeaks, dapat digunakan untuk memberikan CIA kemampuan bypass enkripsi sejumlah media sosial seperti WhatsApp, Signal, Telegram, Wiebo dan Confide.

Beberapa hasil penyadapan itu diduga digarap dengan bantuan MI5 Inggris. Meskipun identitas pembocor dokumen penyadapan CIA ini dirahasiakan, WikiLeaks menggambarkannya sebagai sosok hacker yang terkait dengan pemerintah AS. Motivasi dari pembocor dokumen diklaim untuk memastikan kemampuan hacking CIA dan tindakan rezim penyadapan AS itu diperdebatkan dalam forum publik.

”Ada risiko proliferasi ekstrem dalam pengembangan cyberweapons,” kata Assange, dalam siaran pers di Keduataan Ekuador di London tempat dia bersembunyi. ”Perbandingan dapat ditarik antara proliferasi tidak terkendali seperti senjata dan perdagangan senjata global.”

”Tapi pentingnya 'Year Zero' melampaui pilihan antara cyberwar dan cyberpeace. Pengungkapan ini juga luar biasa dari perspektif politik, hukum dan forensik,” lanjut Assange dalam rilis WikiLeaks yang dikutip Rabu (8/3/2017).

Baik CIA maupun Pemerintah AS belum berkomentar atas bocornya dokumen penyadapan rahasia tersebut. AS di era pemerintahan Barack Obama juga dibuat malu dengan bocornya dokumen penyadapan global yang dilakukan Badan Keamanan Nasional atau NSA. Dokumen penyadapan global NSA itu dibocorkan mantan kontraktornya, Edward Snowden yang kini bersembunyi di Moskow, Rusia.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
46 menit yang lalu
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
1 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
2 jam yang lalu
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
3 jam yang lalu
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
3 jam yang lalu
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved