Jasad Sandera Jerman Ditemukan

Senin, 06 Maret 2017 - 19:38 WIB
Jasad Sandera Jerman...
Jasad Sandera Jerman Ditemukan
A A A
MANILA - Jasad sandera asal Jerman, Jurgen Kantner, yang dipenggal kelompok Abu Sayyaf telah ditemukan kemarin. Abu Sayyaf merupakan kelompok yang kerap menculik turis asing dan warga lokal untuk meminta uang tebusan.

Mereka membunuh Kantner, 70, pekan lalu setelah uang tebusan sebesar USD600.000 tidak mereka dapatkan. Pejabat militer menyatakan marinir menemukan jasad Kantner pada Sabtu (4/3) malam di Sulu.

”Pemerintah Filipina turut berdukacita mendalam, namun segera bertindak untuk menemukan jasad Jurgen Kantner,” ungkap Ernesto Abella, juru bicara Presiden Filipina Rodrigo Duterte, dilansir kantor berita AFP. Militer Filipina menyatakan tentara baku tembak melawan Abu Sayyaf beberapa hari terakhir.

Baku tembak mengakibatkan 29 tentara terluka dan 14 anggota Abu Sayyaf tewas. Militer menyatakan belum menemukan jasad para gerilyawan yang tewas. ”Bukanlah hal mudah untuk menemukan tubuh mereka karena baku tembak dengan Abu Sayyaf menimbulkan banyak korban. Di pihak militer 29 tentara terluka dan dari pihak militan banyak yang terluka,” papar Kolonel Cirilito Sobejana, kepala satuan antiteror.

Dia menambahkan, pemerintah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Jerman untuk mengembalikan jasad Kantner agar segera dimakamkan.

Kantner diculik Abu Sayyaf ketika berlayar dengan kapal yacht Rockall akhir tahun lalu. Kapalnya ditemukan hanyut pada 7 November lalu di bagian selatan Filipina dengan jasad teman wanitanya, Sabine Merz, yang tewas ditembak. Abu Sayyaf mengklaim penculikan dan pembunuhan itu.

Otoritas keamanan mengatakan, kini jasad Kantner berada di kamar mayat rumah sakit militer di Sulu. Proses administrasi sedang dilakukan untuk memulangkan jasadnya ke Jerman. Presiden Duterte menyatakan permohonan maafnya karena gagal menyelamatkan nyawa Kantner.

Duterte juga menyatakan telah memerintahkan militer untuk operasi menumpas Abu Sayyaf. Abu Sayyaf sering melakukan penculikan turis-turis asing maupun lokal selama beberapa tahun terakhir. Korban penculikan dijadikan sandera untuk dimintai uang tebusan. Otoritas keamanan meyakini kelompok ini masih memiliki 19 sandera warga negara asing dan enam warga Filipina.

Kelompok militan ini menggunakan dukungan komunitas lokal, dana jutaan dolar dari uang tebusan, dan berkolusi dengan para pejabat daerah yang korup sehingga dapat menghindari operasi militer yang dilancarkan beberapa dekade terakhir.
(esn)
Berita Terkait
Filipina ‘Tukar’...
Filipina ‘Tukar’ Ribuan Perawat dengan Vaksin dari Inggris dan Jerman
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Perbandingan Harga Motor...
Perbandingan Harga Motor Ariel NOAH di Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand dan Jerman
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
5 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
9 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
10 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
11 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
12 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
13 jam yang lalu
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved