Pasukan Suriah Rebut Benteng Bersejarah di Palmyra dari Tangan ISIS
Rabu, 01 Maret 2017 - 23:26 WIB
Pasukan Suriah Rebut Benteng Bersejarah di Palmyra dari Tangan ISIS
A
A
A
BEIRUT - Pasukan pemerintah Suriah yang didukung oleh Rusia berhasil merebut sebuah benteng besejarah yang terletak di pinggiran barat kota tua Palmyra, Rabu (1/3). Benteng itu berhasil direbut kembali dari tangan ISIS.
Seperti dikutip dari Reuters, pasukan Suriah juga berhasil menguasai sebuah komplek megah di sebelah barat daya Palmyra. Keberhasilan ini diprediksi akan mempebesar peluang untuk masuk ke jantung kota Palmyra dan menguasai total kota bersejarah itu.
“Pergerakan tentara menuju jantung kota akan segera dimulai,” jelas sebuah sumber pada Reuters. Militer Suriah juga mengklaim telah berhasil menguasai daerah yang dikenal sebagai ‘Segitiga Palmyra’ yang terletak beberapa kilometer dari pusat kota.
Semua kemajuan yang diraih dalam beberapa hari terakhir ini tak lepas dari dukungan serangan udara Rusia. Sejak ISIS kembali merebut Palmyra pada akhir tahun lalu, Rusia memang telah menyatakan dukungan penuh untuk membasmi kelompok teroris ini dari Palmyra.
Selama enam tahun konflik Suriah, ISIS telah dua kali berhasil merebut kota yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia ini. Sejak menguasai Palmrya, ISIS telah menimbulkan kerusakan parah di sejumlah bangunan bersejarah di kota tersebut.
Seperti dikutip dari Reuters, pasukan Suriah juga berhasil menguasai sebuah komplek megah di sebelah barat daya Palmyra. Keberhasilan ini diprediksi akan mempebesar peluang untuk masuk ke jantung kota Palmyra dan menguasai total kota bersejarah itu.
“Pergerakan tentara menuju jantung kota akan segera dimulai,” jelas sebuah sumber pada Reuters. Militer Suriah juga mengklaim telah berhasil menguasai daerah yang dikenal sebagai ‘Segitiga Palmyra’ yang terletak beberapa kilometer dari pusat kota.
Semua kemajuan yang diraih dalam beberapa hari terakhir ini tak lepas dari dukungan serangan udara Rusia. Sejak ISIS kembali merebut Palmyra pada akhir tahun lalu, Rusia memang telah menyatakan dukungan penuh untuk membasmi kelompok teroris ini dari Palmyra.
Selama enam tahun konflik Suriah, ISIS telah dua kali berhasil merebut kota yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia ini. Sejak menguasai Palmrya, ISIS telah menimbulkan kerusakan parah di sejumlah bangunan bersejarah di kota tersebut.
(esn)