Pengerahan Armada Kapal Induk Rusia ke Pantai Suriah Ide Putin

Jum'at, 24 Februari 2017 - 00:17 WIB
Pengerahan Armada Kapal...
Pengerahan Armada Kapal Induk Rusia ke Pantai Suriah Ide Putin
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladmir Putin mengungkap bahwa pengerahan armada kapal induk Rusia Admiral Kuznetsov ke pantai Suriah, Laut Mediterania, beberapa waktu lalu merupakan idenya sendiri. Menurutnya, Rusia tak niat campur tangan urusan internal Suriah, tapi hanya berurusan dengan teroris.

Putin mengatakan, armada kapal induk Rusia dari Armada Utara itu telah menyebabkan kerusakan yang signifikan bagi kelompok-kelompok ekstremis di Suriah.

”Anda telah memenuhi semua tugas-tugas yang diberikan kepada Anda dan mengakibatkan kerusakan yang signifikan pada kelompok teroris internasional dengan menghantam basis mereka, (menyerang) situs penyimpanan amunisi, peralatan, dan infrastruktur (mereka),” kata Putin di hadapan pejabat yang terlibat dalam misi serangan armada kapal induk Admiral Kuznetsov.

“Militer Rusia telah memberikan kontribusi terhadap upaya anti-teroris internasional dan membantu menciptakan kondisi bagi terselengaranya perundingan damai antara pemerintah Suriah dan oposisi bersenjata,” ujar Putin, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (24/2/2017).

Pemimpin Kremlin ini menegaskan bahwa tujuan operasi militer Rusia di Suriah hanya untuk menstabilkan kondisi negara tersebut.

”Tujuan kami adalah untuk menstabilkan pemerintahan yang sah dan memberi pukulan yang menentukan terhadap terorisme internasional,” kata Putin.

”Semakin cepat negara (Suriah) melanjutkan penyelesaian politik, maka semakin banyak kesempatan masyarakat internasional dapat mengakhiri aksi teroris di wilayah Suriah,” imbuh Putin.

Putin mengutip data intelijen Rusia menyatakan bahwa lebih dari 4.000 militan Rusia dan 5.000 militan dari negara-negara pecahan Uni Soviet beperang bersama kelompok ekstremis di Suriah. Hal itu, sambung Putin, merupakan ancaman serius bagi keamanan Rusia.

Dia mengucapkan terima kasih kepada para pasukan Rusia yang telah melakukan tugasnya untuk melindungi negara.
(mas)
Berita Terkait
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Rusia Pulangkan 145...
Rusia Pulangkan 145 Anak Militan ISIS dari Suriah dan Irak
Daftar Negara Asia Tengah...
Daftar Negara Asia Tengah dengan Jumlah Militan ISIS Terbanyak
10 Negara Asal Serdadu...
10 Negara Asal Serdadu ISIS Terbanyak, Rusia Capai 5.000 Orang
Diburu Pasukan Pemerintah,...
Diburu Pasukan Pemerintah, Loyalis Bashar Al Assad Bersembunyi di Pangkalan Udara Rusia
Intel Asing Rusia: AS...
Intel Asing Rusia: AS Ingin Gunakan Militan Suriah untuk Culik Tentara Rusia dan Iran
Berita Terkini
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
34 menit yang lalu
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
47 menit yang lalu
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
1 jam yang lalu
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
1 jam yang lalu
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
2 jam yang lalu
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Infografis
Tegang, Jet Tempur China...
Tegang, Jet Tempur China Kejar Pesawat AS Dekat Kapal Induk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved