Militer Capai Kesepakatan Dengan Separatis

Kamis, 23 Februari 2017 - 21:00 WIB
Militer Capai Kesepakatan...
Militer Capai Kesepakatan Dengan Separatis
A A A
BANGKOK - Militer Thailand berhasil mencapai kesepakatan dengan kelompok separatis untuk menciptakan zona aman di provinsi-provinsi bagian selatan. Para pengamat menyatakan keberhasilan itu tak dapat dilepaskan dari dukungan kelompok-kelompok lain.

Selama satu dekade pemberontakan terjadi di beberapa provinsi bagian selatan yakni Yala, Pattani, dan Narathiwat. Konflik di wilayah mayoritas muslim itu menewaskan lebih dari 6.500 jiwa sejak 2004, menurut data lembaga independen Deep South Watch.

Pemerintah telah bernegosiasi dengan Mara Pattani, kelompok yang mengklaim menjadi corong bagi para pemberontak separatis. “Dua pihak telah sepakat menciptakan zona aman di satu dari tiga provinsi bagian selatan untuk menunjukkan niat baik mereka,” ungkap Kepala Negosiator Pemerintah Thailand Mayor Jenderal Sithi Trakulwong pada kantor berita Reuters.

“Ini kemajuan besar yang kami buat dalam lebih dua tahun negosiasi,” kata Sithi. Sithi menjelaskan, kesepakatan itu akan dituntaskan pekan depan di Malaysia yang memfasilitasi negosiasi tersebut. Zona aman akan menjadi wilayah yang pertempuran akan dibatasi. Meski demikian, rincian tentang lokasi dan luas wilayah belum diumumkan.

Perundingan antara pemerintah dan pemberontak mulai dilakukan pada 2013, di era pemerintahan Perdana Menteri (PM) Thailand Yingluck Shinawatra, tapi terhenti setelah militer menggulingkan pemerintahannya pada 2014. Pengamat menyatakan, pemerintah bernegosiasi dengan kelompok yang sebagian besar merupakan para pejuang di pengasingan yang tidak memiliki pengaruh di lapangan.

Kelompok pemberontak Barisan Revolusi Nasional (BRN) yang keluar dari negosiasi itu sekarang menjadi aktor utama di tiga provinsi tersebut. “Semua kesepakatan untuk penerapan zona aman yang tidak melibatkan sayap militer BRN hanya akan menghasilkan eskalasi kekerasan,” ujar pengamat keamanan dari HIS Jane Anthony Davis di Bangkok.

Sejumlah serangan bom yang menewaskan empat warga Thailand dan melukai puluhan orang, termasuk warga asing di kotakota wisata pada Agustus lalu, meningkatkan kekhawatiran bahwa kekerasan telah meluas hingga wilayah lain. Mara Pattani menjelaskan saat negosiasi dengan Pemerintah Thailand bahwa mereka tidak terlibat dalam serangan bom tersebut.
(esn)
Berita Terkait
Siapa Sirikit? Ibu Suri...
Siapa Sirikit? Ibu Suri Thailand yang Bergaya Hidup Glamor dan Dipuja Rakyatnya
Bagaimana Thailand Menjadi...
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
Pendukung Raja Thailand...
Pendukung Raja Thailand Tolak Reformasi Konstitusi
Experience Thailand...
Experience Thailand 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Thailand di Tengah Ketatnya Pasar Impor Indonesia
Bentrok Terparah Pecah...
Bentrok Terparah Pecah di Thailand, Lebih dari 41 Demonstran Terluka
Lagu Mother of the Land...
Lagu Mother of the Land dan The Delicate Hand Didedikasikan untuk Mendiang Ratu Sirikit
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
1 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
2 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
2 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
4 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
4 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved