Tahan Jasad Jong-nam, Malaysia Beralasan Butuh Sampel DNA Keluarga
Sabtu, 18 Februari 2017 - 06:14 WIB
Tahan Jasad Jong-nam, Malaysia Beralasan Butuh Sampel DNA Keluarga
A
A
A
KUALA LUMPUR - Malaysia mengatakan pihaknya hanya akan menyerahkan jasad Kim Jong-nam jika keluarganya memberikan sampel DNA. Kim Jong-nam adalah saudara tiri dari pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un yang diasingkan.
Polisi Malaysia memperingatkan bahwa tanpa DNA dari keluarga terdekat, mereka akan menolak untuk menyerahkan jasad atau memberikan laporan otopsi yang mengungkap kematian Jong-nam. Jong-nam meninggal setelah ia diserang saat berada di bandara Kuala Lumpur saat menunggu penerbangan ke Macau.
"Sejauh ini tidak ada anggota keluarga atau keluarga terdekat telah datang untuk mengidentifikasi atau mengklaim jasadnya. Kami membutuhkan sampel DNA dari anggota keluarga untuk mencocokkan profil dari orang yang meninggal," terang Kepala polisi Selangor Abdul Samah Mat.
"Korut telah mengajukan permohonan untuk mengklaim jasad tersebut tapi sebelum kami melepaskan jasadnya kita harus mengidentifikasi siapa pemilik jasadnya," imbuhnya seperti dikutip dari Independent, Sabtu (18/2/2017).
Pemeriksaan post-mortem dilakukan di sebuah rumah sakit di Kuala Lumpur, Rabu meskipun mendapat keberatan dari para diplomat di kedutaan Korut. Belum diketahui kapan hasilnya akan diumumkan.
Polisi Malaysia memperingatkan bahwa tanpa DNA dari keluarga terdekat, mereka akan menolak untuk menyerahkan jasad atau memberikan laporan otopsi yang mengungkap kematian Jong-nam. Jong-nam meninggal setelah ia diserang saat berada di bandara Kuala Lumpur saat menunggu penerbangan ke Macau.
"Sejauh ini tidak ada anggota keluarga atau keluarga terdekat telah datang untuk mengidentifikasi atau mengklaim jasadnya. Kami membutuhkan sampel DNA dari anggota keluarga untuk mencocokkan profil dari orang yang meninggal," terang Kepala polisi Selangor Abdul Samah Mat.
"Korut telah mengajukan permohonan untuk mengklaim jasad tersebut tapi sebelum kami melepaskan jasadnya kita harus mengidentifikasi siapa pemilik jasadnya," imbuhnya seperti dikutip dari Independent, Sabtu (18/2/2017).
Pemeriksaan post-mortem dilakukan di sebuah rumah sakit di Kuala Lumpur, Rabu meskipun mendapat keberatan dari para diplomat di kedutaan Korut. Belum diketahui kapan hasilnya akan diumumkan.
(ian)