Takut Diganggu Rusia, Hollande Minta Perketat Keamanan Cyber
Rabu, 15 Februari 2017 - 23:49 WIB
Takut Diganggu Rusia, Hollande Minta Perketat Keamanan Cyber
A
A
A
PARIS - Presiden Prancis Francois Hollande menyerukan langkah-langkah keamanan baru jelang pemilihan presiden negara itu, terutama untuk melindungi dari peretas. Pernyataan Hollande ini muncul setelah kampanye Emmanuel Macron yang menuduh Rusia berusaha mempengaruhi hasil pemilu pada 23 April-7 Mei mendatang.
Dinukil dari Belfast Telegraph, Rabu (15/2/2017), Presiden Hollande meminta pejabat untuk mempresentasikan langkah-langkah keamanan pemilu pada minggu depan termasuk domain dunia maya.
Sebelumnya kepala kampanye digital Macron, Mounir Mahjoubi mengatakan bahwa timnya mengidentifikasi ribuan upaya hacking yang berasal dari Ukraina dalam beberapa pekan terakhir. Mahjoubi mengatakan upaya itu bertepatan dengan apa yang disebut operasi berita palsu menargetkan Macron oleh media yang disponsori Rusia di Perancis.
Para pesaing Macron, Francois Fillon dan Marine Le Pen, ingin mencabut sanksi terhadap Rusia, sementara Macron bersikap kurang ramah terhadap Moskow.
Rusia dituding telah mengganggu jalannya pemilu Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu. Rusia disebut menggunakan kelompok peretas untuk membobol email Komite Nasional Partai Demokrat dan kepala kampanye Hillary Clinton. Rusia disebut melakukan itu agar Donald Trump terpilih menjadi Presiden AS. Namun tudingan ini dengan tegas dibantah oleh Moskow.
Dinukil dari Belfast Telegraph, Rabu (15/2/2017), Presiden Hollande meminta pejabat untuk mempresentasikan langkah-langkah keamanan pemilu pada minggu depan termasuk domain dunia maya.
Sebelumnya kepala kampanye digital Macron, Mounir Mahjoubi mengatakan bahwa timnya mengidentifikasi ribuan upaya hacking yang berasal dari Ukraina dalam beberapa pekan terakhir. Mahjoubi mengatakan upaya itu bertepatan dengan apa yang disebut operasi berita palsu menargetkan Macron oleh media yang disponsori Rusia di Perancis.
Para pesaing Macron, Francois Fillon dan Marine Le Pen, ingin mencabut sanksi terhadap Rusia, sementara Macron bersikap kurang ramah terhadap Moskow.
Rusia dituding telah mengganggu jalannya pemilu Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu. Rusia disebut menggunakan kelompok peretas untuk membobol email Komite Nasional Partai Demokrat dan kepala kampanye Hillary Clinton. Rusia disebut melakukan itu agar Donald Trump terpilih menjadi Presiden AS. Namun tudingan ini dengan tegas dibantah oleh Moskow.
(ian)