Disebut Bakal Diserahkan ke AS, Snowden: Terbukti Saya Bukan Mata-mata
Sabtu, 11 Februari 2017 - 15:16 WIB
Disebut Bakal Diserahkan ke AS, Snowden: Terbukti Saya Bukan Mata-mata
A
A
A
MOSKOW - Whistleblower Edward Snowden memberikan tanggapan terkait laporan yang menyatakan dirinya akan diserahkan Rusia kepada Amerika Serikat (AS) sebagai hadiah untuk Donald Trump. Ia mengatakan bahwa laporan tersebut menunjukkan jika dirinya bukanlah mata-mata.
"Akhirnya: bukti tak terbantahkan bahwa saya tidak pernah bekerja sama dengan intel Rusia. Tidak ada negara yang memperdagangkan mata-matamnya, karena sisanya akan takut mereka akan berikutnya," kata Snowden di akun Twitternya seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (11/2/2017).
Snowden menanggapi laporan NBC yang menyatakan bahwa intelijen AS telah mengumpulkan informasi bahwa Rusia ingin menyerahkan Snowden lebih untuk "menjilat" dengan Trump. Laporan itu berdasarkan dua sumber di komunitas intelijen yang mengatakan intelijen telah mengumpulkan laporan sejak pelantikan Trump.
Baca juga:
Rusia Disebut Bakal Kembalikan Snowden ke AS
Pengacara Snowden, Ben Wizner, tidak segera menanggapi permintaan komentar. Namun, ia mengatakan kepada NBC News bahwa dia tidak mengetahui rencana kliennya untuk kembali ke AS.
"Tim Snowden belum menerima sinyal tersebut dan tidak memiliki alasan untuk memberikan perhatian lebih," kata Wizner.
Rusia diberikan Snowden suaka pada 2013 dan residensi selama tiga tahun pada 2014. Snowden menghadapi tuduhan di AS termasuk pelanggaran UU Spionase AS karena membocorkan dokumen tentang program pengawasan rahasia massal.
"Akhirnya: bukti tak terbantahkan bahwa saya tidak pernah bekerja sama dengan intel Rusia. Tidak ada negara yang memperdagangkan mata-matamnya, karena sisanya akan takut mereka akan berikutnya," kata Snowden di akun Twitternya seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (11/2/2017).
Snowden menanggapi laporan NBC yang menyatakan bahwa intelijen AS telah mengumpulkan informasi bahwa Rusia ingin menyerahkan Snowden lebih untuk "menjilat" dengan Trump. Laporan itu berdasarkan dua sumber di komunitas intelijen yang mengatakan intelijen telah mengumpulkan laporan sejak pelantikan Trump.
Baca juga:
Rusia Disebut Bakal Kembalikan Snowden ke AS
Pengacara Snowden, Ben Wizner, tidak segera menanggapi permintaan komentar. Namun, ia mengatakan kepada NBC News bahwa dia tidak mengetahui rencana kliennya untuk kembali ke AS.
"Tim Snowden belum menerima sinyal tersebut dan tidak memiliki alasan untuk memberikan perhatian lebih," kata Wizner.
Rusia diberikan Snowden suaka pada 2013 dan residensi selama tiga tahun pada 2014. Snowden menghadapi tuduhan di AS termasuk pelanggaran UU Spionase AS karena membocorkan dokumen tentang program pengawasan rahasia massal.
(ian)