Rezim Suriah Lancarkan Serangan Gas Klorin, 1 Tewas
Jum'at, 10 Februari 2017 - 11:28 WIB
Rezim Suriah Lancarkan Serangan Gas Klorin, 1 Tewas
A
A
A
DAMASKUS - Setidaknya satu orang tewas pada hari Kamis kemarin ketika pasukan rezim Suriah melancarkan serangan menggunakan gas klorin. Serangan itu dilakukan di wilyah timur Ghouta, Suriah.
"Serangan itu ditujukan ke kota timur Ghouta, Arbin, yang dikuasai kelompok oposisi," kata pejabat pertahanan sipil pro oposisi, Seraj Mohamed, seperti dikutip Middle East Monitor dari Anadolu Agency, Jumat (10/2/2017).
Satu orang dilaporkan tewas sementara sejumlah orang lainnya dibawah ke rumah sakit lapangan setelah menderita sesak napas sementara karena menghirup gas klorin. "Pasukan Rezim meningkatkan serangan di kota-kota dan desa-desa Timur Ghouta ini beberapa hari lalu. Kami sangat prihatin dengan kehidupan warga sipil," kata Mohamed.
Konflik di Suriah telah berlangsung selama hampir 7 tahun. Akibat konflik berkepanjangan itu, sekitar 250 ribu orang tewas dan 12 juta orang telah mengungsi dimana setengah dari mereka di luar negeri.
Konflik di Suriah awalnya hanya melibatkan pasukan rezim Bashar al-Assad dan kelompok oposisi dan pejuang bersenjata. Namun, berubah menjadi konflik multi kelompok setelah kemunculan al-Qaeda dan ISIS serta campur tangan sejumlah negara dalam koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dan Rusia.
"Serangan itu ditujukan ke kota timur Ghouta, Arbin, yang dikuasai kelompok oposisi," kata pejabat pertahanan sipil pro oposisi, Seraj Mohamed, seperti dikutip Middle East Monitor dari Anadolu Agency, Jumat (10/2/2017).
Satu orang dilaporkan tewas sementara sejumlah orang lainnya dibawah ke rumah sakit lapangan setelah menderita sesak napas sementara karena menghirup gas klorin. "Pasukan Rezim meningkatkan serangan di kota-kota dan desa-desa Timur Ghouta ini beberapa hari lalu. Kami sangat prihatin dengan kehidupan warga sipil," kata Mohamed.
Konflik di Suriah telah berlangsung selama hampir 7 tahun. Akibat konflik berkepanjangan itu, sekitar 250 ribu orang tewas dan 12 juta orang telah mengungsi dimana setengah dari mereka di luar negeri.
Konflik di Suriah awalnya hanya melibatkan pasukan rezim Bashar al-Assad dan kelompok oposisi dan pejuang bersenjata. Namun, berubah menjadi konflik multi kelompok setelah kemunculan al-Qaeda dan ISIS serta campur tangan sejumlah negara dalam koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dan Rusia.
(ian)