PBB Kutuk Perlakuan Kejam Pasukan Myanmar kepada Etnis Rohingya

Sabtu, 04 Februari 2017 - 02:04 WIB
PBB Kutuk Perlakuan...
PBB Kutuk Perlakuan Kejam Pasukan Myanmar kepada Etnis Rohingya
A A A
NEW YORK - PBB menuduh pasukan keamanan Myanmar telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius termasuk pemerkosaan, pemukulan dan pembunuhan anak-anak. Hal itu tertuang dalam laporan yang disusun setelah melakukan wawancara dengan lebih dari 200 pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh.

Diperkirakan 65.000 anggota komunitas minoritas Muslim itu telah melarikan diri ke Bangladesh sejak kekerasan pecah di Myanmar pada Oktober lalu. Hampir setengah dari mereka yang diwawancarai oleh PBB mengatakan anggota keluarganya telah dibunuh. Dari 101 perempuan yang diwawancarai, 52 mengatakan mereka telah diperkosa atau mengalami kekerasan seksual oleh aparat keamanan.

Banyak dari mereka juga mengatakan kepada penyelidik bahwa anggota tentara atau polisi telah membakar ratusan rumah, sekolah, pasar, toko-toko, dan masjid Rohingya.

"Banyak kesaksian menegaskan bahwa tentara sengaja membakar rumah-rumah dengan keluarga di dalamnya, dan dalam kasus lain mendorong etnis Rohingya ke rumah-rumah yang sudah terbakar", bunyi laporan itu seperti dikutip dari BBC, Sabtu (4/2/2017).

Banyak korban mengatakan mereka mengejek karena mereka dipukuli atau diperkosa, dengan pelaku mengatakan kepada mereka: "Apa yang Allah bisa lakukan untuk Anda? Lihat apa yang bisa kami lakukan."

"Kekejaman terhadap anak-anak Rohingya yang menjadi subyek kekerasan tidak bisa ditoleransi, kebencian macam apa yang membuat seorang pria menusuk bayi yang menangis untuk mendapatkan susu ibunya," kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Raad Al Hussein.

"Saya menyerukan kepada masyarakat internasional, dengan segala kekuatannya, untuk bergabung dengan saya mendesak kepemimpinan di Myanmar untuk membawa operasi militer berakhir," imbuhnya.

Pemerintah negara dan pemimpin de-fakto Aung San Suu Kyi sebelumnya telah menolak klaim pelanggaran hak asasi dan bersikeras bahwa pasukan keamanan mengikuti aturan hukum. Namun, juru bicara Suu Kyi mengatakan kepada BBC bahwa yang tuduhan terbaru sangat serius. Juru bicara itu mengatakan para pejabat akan memeriksanya dengan segera.
(ian)
Berita Terkait
PBB Khawatir Nasib Rohingya...
PBB Khawatir Nasib Rohingya di Myanmar Kian Terpuruk setelah Kudeta
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
Berita Terkini
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
1 jam yang lalu
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
2 jam yang lalu
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
3 jam yang lalu
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
4 jam yang lalu
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
5 jam yang lalu
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
6 jam yang lalu
Infografis
6 Fakta Garda Revolusi...
6 Fakta Garda Revolusi Iran, Pasukan Elite Pendukung Ali Khamenei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved