Ancaman Trump Tidak Digubris, Iran Bakal Tes Rudal Lagi
Kamis, 02 Februari 2017 - 23:12 WIB
Ancaman Trump Tidak Digubris, Iran Bakal Tes Rudal Lagi
A
A
A
TEHERAN - Penasehat pemimpin tertinggi Iran menyalahkan pemerintahan Trump yang "berpengalaman" atas ancaman Amerika Serikat (AS). Ia pun bersumpah bahwa negaranya akan terus melakukan uji coba rudal balistik lagi.
Ali Akbar Velayati mengatakan Iran tidak melanggar kesepakatan nuklir yang dicapai dengan enam negara besar pada tahun 2015 atau resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendukung kesepakatan itu. Sebelumnya, Gedung Putih menuduh Teheran melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB terkait uji coba rudal balistik, yang bertentangan dengan perjanjian nuklir.
"Ini bukan pertama kalinya bahwa orang yang tidak berpengalaman telah mengancam Iran. Iran adalah kekuatan terkuat di wilayah ini dan memiliki banyak kekuatan politik, ekonomi, dan militer. AS harus berhati-hati saat membuat ancaman kosong ke Iran," tegasnya seperti dikutip dari NBC News, Kamis (2/2/2017).
"Iran akan terus menguji kemampuan dalam rudal balistik dan Iran tidak akan meminta izin negara manapun dalam hal membela dirinya sendiri," imbuhnya.
Velayati, yang merupakan penasehat luar negeri dari Ayatollah Ali Khamenei, tidak mengidentifikasi pejabat AS secara khusus.
Sebelumnya, Penasihat Keamanan Nasional Michael Flynn mengatakan Gedung Putih menempatkan Teheran "dalam perhatian khusus", memberikan ancaman nyata atas uji coba rudal balistik yang dilakukan pada akhir pekan lalu.
Baca juga:
Kutuk Uji Coba Rudal, AS Kirim Peringatan Keras ke Iran
Ali Akbar Velayati mengatakan Iran tidak melanggar kesepakatan nuklir yang dicapai dengan enam negara besar pada tahun 2015 atau resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendukung kesepakatan itu. Sebelumnya, Gedung Putih menuduh Teheran melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB terkait uji coba rudal balistik, yang bertentangan dengan perjanjian nuklir.
"Ini bukan pertama kalinya bahwa orang yang tidak berpengalaman telah mengancam Iran. Iran adalah kekuatan terkuat di wilayah ini dan memiliki banyak kekuatan politik, ekonomi, dan militer. AS harus berhati-hati saat membuat ancaman kosong ke Iran," tegasnya seperti dikutip dari NBC News, Kamis (2/2/2017).
"Iran akan terus menguji kemampuan dalam rudal balistik dan Iran tidak akan meminta izin negara manapun dalam hal membela dirinya sendiri," imbuhnya.
Velayati, yang merupakan penasehat luar negeri dari Ayatollah Ali Khamenei, tidak mengidentifikasi pejabat AS secara khusus.
Sebelumnya, Penasihat Keamanan Nasional Michael Flynn mengatakan Gedung Putih menempatkan Teheran "dalam perhatian khusus", memberikan ancaman nyata atas uji coba rudal balistik yang dilakukan pada akhir pekan lalu.
Baca juga:
Kutuk Uji Coba Rudal, AS Kirim Peringatan Keras ke Iran
(ian)