Amnesty: Bunuh Satu Pengguna Narkoba, Polisi Filipina Dibayar Rp1,3 Juta

Kamis, 02 Februari 2017 - 17:50 WIB
Amnesty: Bunuh Satu...
Amnesty: Bunuh Satu Pengguna Narkoba, Polisi Filipina Dibayar Rp1,3 Juta
A A A
MANILA - Kelompok HAM Amnesty International merilis laporan tentang perang aparat kepolisian Filipina dalam perang melawan narkoba. Dalam laporan itu disebut bahwa polisi Filipina dibayar P5 ribu atau sekitar Rp1,3 juta untuk membunuh satu pengguna narkoba.

Laporan Amnesty International dirilis hari Rabu. Kelompok HAM ini menyimpulkan bahwa serentetan pembunuhan terkait perang melawan narkoba di Filipina berlangsung secara “sistematis, terencana dan terorganisir” oleh pihak berwenang.

”Bertindak atas perintah dari siapa pun bagian yang paling atas, polisi dan pembunuh diketahui telah menargetkan secara jarak jauh orang yang dicurigai menggunakan atau menjual narkoba,” kata Rawya Rageh, penasihat senior untuk Amnesty International.

Tirana Hassan, Direktur Respons Krisis Amnesty International, mengatakan bahwa di bawah pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte, “polisi nasional melanggar hukum yang seharusnya ditegakkan, meraup keuntungan dari pembunuhan terhadap orang-orang miskin”.

”Jalan-jalan yang sama, di mana Duterte bersumpah untuk menyingkirkan kejahatan, sekarang penuh dengan mayat orang yang tewas secara ilegal oleh polisi,” lanjut Tirana, seperti dikutip media Filipina, Inquirer, Kamis (2/2/2017).

Kelompok HAM itu mengaku telah mewawancarai sekitar 110 orang, termasuk saksi yang melihat korban ditembak mati meski telah berteriak akan menyerah. ”Polisi berperilaku seperti (pelaku) kriminal dunia,” katanya.

”Pembunuhan oleh polisi didorong oleh tekanan dari atasan, termasuk perintah untuk 'menetralisir' para terduga pelaku narkoba, serta insentif keuangan. Mereka telah menciptakan ekonomi dari kematian,” imbuh laporan Amnesty.

Data polisi terbaru menunjukkan 7.669 orang telah tewas sejak Duterte mengobarkan perang melawan narkoba tujuh bulan lalu. Dari jumlah itu, 2.555 korban di antaranya tewas oleh operasi polisi.

Amnesty dalam laporannya juga mengungkap nominal bayaran polisi untuk membunuh pengguna maupun gembong narkoba. Laporan itu mengutip para polisi yang bertugas di Badan Anti-Narkoba Kepolisian Metro Manila yang sudah bertugas selama 13 tahun.

Amnesty juga mengutip kesaksikan dua petugas polisi (pria dan wanita) yang bertindak sebagai pembunuh bayaran. Mereka mengaku secara teratur dibayar sebesar P5 ribu atau sekitar Rp1,3 juta oleh polisi untuk membunuh pengguna narkoba. Sedangkan untuk membunuh gembong narkoba nilai bayarannya antara P10 ribu hingga P15 ribu.

Pembayaran diberikan oleh kantor polisi dan lainnya dibayar oleh pemerintah daerah di kawasan Metro Manila. ”Kami selalu dibayar oleh setiap ‘pertemuan’ itu. Itulah kata yang kami gunakan. Jumlah tersebut berkisar dari P8 (peso Filipina) hingga P15 ribu,” kata petugas polisi dalam kesaksian yang dikutip di laporan Amnesty. Menurut petugas polisi itu, nilai bayaran bervariasi dari kategori narkoba yang digunakan tersangka. ”Kategori yang lebih tinggi, dibayar lebih,” katanya.

”Insentif PNP (Kepolisian Nasional Filipina) tidak diumumkan. Kami dibayar tunai, diam-diam, dengan kantor pusat,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
Berita Terkini
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
11 menit yang lalu
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
2 jam yang lalu
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
4 jam yang lalu
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
6 jam yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
6 jam yang lalu
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
9 jam yang lalu
Infografis
Sejak 2021, 235 Juta...
Sejak 2021, 235 Juta Email Pengguna Twitter Berhasil Dibobol
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved