AS Akui Serbuan Pasukan Khususnya di Yaman Tewaskan Gadis 8 Tahun

Kamis, 02 Februari 2017 - 15:05 WIB
AS Akui Serbuan Pasukan...
AS Akui Serbuan Pasukan Khususnya di Yaman Tewaskan Gadis 8 Tahun
A A A
WASHINGTON - Komando Sentral Amerika Serikat (AS) mengakui serbuan pasukan khususnya di Yaman untuk memerangi kelompok al-Qaeda juga menewaskan beberapa warga sipil, termasuk gadis delapan tahun. Serangan pasukan khusus AS pada Minggu lalu ditargetkan terhadap al-Qaeda di Yaman atau AQAP.

Serangan pasukan khusus AS itu menggunakan rudal dan senapan mesin yang ditembakkan dari helikopter. ”Korban sipil tak dikenal tampaknya telah berpotensi terjebak dalam tembakan udara untuk membantu pasukan AS,” kata Komando Sentral AS dalam sebuah pernyataan.

”Tim yang ditunjuk oleh gugus tugas operasional telah menyimpulkan bahwa warga sipil non-kombatan kemungkinan besar tewas di tengah-tengah baku tembak dalam serangan di Yaman pada 29 Januari. Korban mungkin termasuk anak-anak,” lanjut pernyataan Komando Sentral AS, yang dikutip Kamis (2/2/2017).

Pasukan AS sebelumnya menolak mengakui bahwa ada warga sipil yang jadi korban serangan militer di Yaman. Pasukan AS mengklaim telah menewaskan 14 militan AQAP dalam serangan di wilayah al-Bayda.

Namun, laporan Reuters mengutip para petugas medis di lapangan menyebut sekitar 30 orang tewas, termasuk 10 perempuan dan anak-anak. Dari beberapa warga sipil yang tewas, gadis cilik berusia delapan tahun termasuk di dalamnya.

Gadis delapan tahun itu diketahui bernama Nora, gadis kelahiran AS putri dari pengkhotbah Yaman Anwar al-Awlaki. Gadis itu senasib dengan ayahnya yang tewas oleh serangan militer AS pada tahun 2011.

”Dia dihantam dengan peluru di lehernya dan menderita selama dua jam,” kata kakek korban, Nasser al-Awlaki. ”Kenapa membunuh anak-anak? Ini adalah pemerintahan baru yang sangat menyedihkan. Kejahatan besar.”
(mas)
Berita Terkait
Houthi Murka Usai Amerika...
Houthi Murka Usai Amerika Serikat dan Inggris Bombardir Yaman
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Selalu Keroyokan dalam Menyerang Musuh? Terbaru di Yaman
6 Alasan Houthi Ingin...
6 Alasan Houthi Ingin Berperang Melawan Amerika Serikat
Houthi Keluarkan Ancaman...
Houthi Keluarkan Ancaman Baru terhadap Kapal-kapal Amerika Serikat
3 Kapal Amerika Serikat...
3 Kapal Amerika Serikat yang Diserang Houthi di Laut Merah
Bombardir Houthi, Inggris...
Bombardir Houthi, Inggris Kerahkan Jet Tempur RAF Typhoon FGR4
Berita Terkini
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
29 menit yang lalu
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
38 menit yang lalu
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
1 jam yang lalu
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
1 jam yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
2 jam yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
8 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved