PBB Berencana Gelar Pembicaraan Damai Suriah
Rabu, 01 Februari 2017 - 11:55 WIB
PBB Berencana Gelar Pembicaraan Damai Suriah
A
A
A
NEW YORK - PBB dilaporkan berencana untuk menggelar pembicaraan damai Suriah di Jenewa, Swiss. Pembicaraan tersebut dijadwalkan akan digelar pada tanggal 20 Februari mendatang.
PBB pada awalnya hendak menggelar pembicaraan tersebut pada pekan depan. Namun, karena jadwal pembicaraan itu telalu dekat dengan pertemuan Astana, PBB akhirnya memutuskan untuk memundurkan jadwal pembicaraan.
"Kami ingin memberikan kesempatan bagi inisiatif Astana untuk berjalan. Jika gencatan senjata menjadi sekokoh yang kami harapkan, itu akan sangat membantu pembicaraan yang kami gelar untuk mencapai hasil yang solid," kata utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, seperti dilansir Reuters pada Rabu (1/2).
Dia menambahkan, undangan untuk pembicaraan Jenewa akan mulai disebar pada 8 Februari. "Jika oposisi Suriah tidak dapat menentukan siapa yang akan mewakili mereka, maka PBB akan memilih wakil-wakil oposisi dalam rangka untuk memastikan pembicaraan berjalan inklusif," sambungnya.
De Mistura kemudian mengatakan, PBB akan menghadiri pertemuan tindak lanjut insiatif Astana yang digelar Rusia, Iran dan Turki yang digelar pada 6 Februari mendatang. Pertemuan tersebut disebut akan membahas mengenai teknis dari hasil pembicaraan Astana, khususnya mengenai teknis pemantauan gencatan senjata di Suriah.
PBB pada awalnya hendak menggelar pembicaraan tersebut pada pekan depan. Namun, karena jadwal pembicaraan itu telalu dekat dengan pertemuan Astana, PBB akhirnya memutuskan untuk memundurkan jadwal pembicaraan.
"Kami ingin memberikan kesempatan bagi inisiatif Astana untuk berjalan. Jika gencatan senjata menjadi sekokoh yang kami harapkan, itu akan sangat membantu pembicaraan yang kami gelar untuk mencapai hasil yang solid," kata utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, seperti dilansir Reuters pada Rabu (1/2).
Dia menambahkan, undangan untuk pembicaraan Jenewa akan mulai disebar pada 8 Februari. "Jika oposisi Suriah tidak dapat menentukan siapa yang akan mewakili mereka, maka PBB akan memilih wakil-wakil oposisi dalam rangka untuk memastikan pembicaraan berjalan inklusif," sambungnya.
De Mistura kemudian mengatakan, PBB akan menghadiri pertemuan tindak lanjut insiatif Astana yang digelar Rusia, Iran dan Turki yang digelar pada 6 Februari mendatang. Pertemuan tersebut disebut akan membahas mengenai teknis dari hasil pembicaraan Astana, khususnya mengenai teknis pemantauan gencatan senjata di Suriah.
(esn)