Rusia Sebut 1.155 Wilayah Permukiman Ikut Gencatan Senjata Suriah
Jum'at, 27 Januari 2017 - 22:56 WIB
Rusia Sebut 1.155 Wilayah Permukiman Ikut Gencatan Senjata Suriah
A
A
A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan tujuh wilayah permukiman telah bergabung dengan rezim gencatan senjata di Suriah. Secara keseluruhan jumlah permukiman yang ikut bergabung dengan penghentian permusuhan di Suriah telah meningkat menjadi 1.155 wilayah.
"Dalam 24 jam terakhir, perjanjian gencatan senjata telah dicapai dengan perwakilan dari tujuh permukiman di Hama (4), Homs (1), dan provinsi Latakia (2), sehingga jumlah pemukiman yang telah bergabung gencatan senjata menjadi 1.155," kata kementerian itu dalam sebuah buletin harian yang diposting di situsnya seperti dikutip dari Sputniknews, Jumat (27/1/2017).
Menurut dokumen itu, negosiasi untuk bergabung rezim gencatan senjata terus dilakukan. Komandan lapangan bernegosiasi dengan unit oposisi bersenjata yang beroperasi di Damaskus, Homs, Hama, Quneitra, dan provinsi Aleppo.
Sementara, perwakilan Rusia pada komisi gencatan senjata Rusia-Turki Suriah belum mendaftarkan pelanggaran terhadap rezim gencatan senjata selama 24 jam terakhir.
"Bagian Rusia di komisi bersama Rusia-Turki tentang isu-isu yang berkaitan dengan pelanggaran Perjanjian Bersama belum mendaftarkan pelanggaran selama 24 jam terakhir," kata pusat kementerian untuk rekonsiliasi Suriah.
"Di sisi Turki telah terdaftar 6 pelanggaran: empat di Damaskus, dan dua di provinsi Aleppo," kata buletin itu.
Menurut dokumen itu, pihak Rusia tidak dapat mengkonfirmasi pelanggaran yang didaftarkan oleh Turki.
Rusia dan Turki adalah penjamin dari gencatan senjata nasional Suriah yang mulai berlaku pada tanggal 30 Desember, dan telah mengendalikan secara umum, meskipun laporan tentang pelanggaran terus terjadi. Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi pada bulan Desember mendukung usaha tersebut.
"Dalam 24 jam terakhir, perjanjian gencatan senjata telah dicapai dengan perwakilan dari tujuh permukiman di Hama (4), Homs (1), dan provinsi Latakia (2), sehingga jumlah pemukiman yang telah bergabung gencatan senjata menjadi 1.155," kata kementerian itu dalam sebuah buletin harian yang diposting di situsnya seperti dikutip dari Sputniknews, Jumat (27/1/2017).
Menurut dokumen itu, negosiasi untuk bergabung rezim gencatan senjata terus dilakukan. Komandan lapangan bernegosiasi dengan unit oposisi bersenjata yang beroperasi di Damaskus, Homs, Hama, Quneitra, dan provinsi Aleppo.
Sementara, perwakilan Rusia pada komisi gencatan senjata Rusia-Turki Suriah belum mendaftarkan pelanggaran terhadap rezim gencatan senjata selama 24 jam terakhir.
"Bagian Rusia di komisi bersama Rusia-Turki tentang isu-isu yang berkaitan dengan pelanggaran Perjanjian Bersama belum mendaftarkan pelanggaran selama 24 jam terakhir," kata pusat kementerian untuk rekonsiliasi Suriah.
"Di sisi Turki telah terdaftar 6 pelanggaran: empat di Damaskus, dan dua di provinsi Aleppo," kata buletin itu.
Menurut dokumen itu, pihak Rusia tidak dapat mengkonfirmasi pelanggaran yang didaftarkan oleh Turki.
Rusia dan Turki adalah penjamin dari gencatan senjata nasional Suriah yang mulai berlaku pada tanggal 30 Desember, dan telah mengendalikan secara umum, meskipun laporan tentang pelanggaran terus terjadi. Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi pada bulan Desember mendukung usaha tersebut.
(ian)