Serang Pangkalan Militer, Al-Shabaab Klaim Tewaskan Puluhan Tentara Kenya
Jum'at, 27 Januari 2017 - 15:34 WIB
Serang Pangkalan Militer, Al-Shabaab Klaim Tewaskan Puluhan Tentara Kenya
A
A
A
MOGADISHU - Kelompok militan al-Shabaab menyatakan berhasil menewaskan puluhan tentara Kenya ketika menyerang sebuah pangkalan militer terpencil di Somalia. Namun, klaim ini dibantah oleh tentara Kenya.
Seorang juru bicara Al-Shabaab mengatakan para militan menewaskan sedikitnya 57 tentara Kenya di pangkalan Kubiyow, dekat perbatasan Kenya. Kelompok militan ini kerap melancarkan serangan terhadap tentara dari pasukan Uni Afrika, AMISOM.
"Dua mujahidin menabrakan bom mobil bunuh diri ke markas di kota Kulbiyow sebelum menyerbu. Kami tengah mengejar tentara Kenya yang lari ke hutan," Sheikh Abdiasis Abu Musab, juru bicara operasi militer Al Shabaab.
Ia menambahkan bahwa kelompok itu juga menyita kendaraan dan senjata. "Kami telah mengambil alih pangkalan," katanya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (27/1/2017)
Namun, klaim tersebut dibantah oleh pihak militer Kenya. "Itu adalah palsu. Operasi masih berlangsung. Kami akan mendapatkan laporan terbaru," kata juru bicara militer Kenya, Letnan Kolonel Paul Njuguna.
Saluran TV Kenya, NTV dalam laporannya menyatakan terjadi pertempuran sengit antara pasukan kenya dengan kelompok Al-Shabaab. Stasiun televisi itu menyatakan beberapa tentara Kenya diyakini tewas dalam serangan itu.
Pada bulan Januari 2016, Al-Shabaab mengatakan telah menewaskan lebih dari 100 tentara Kenya di El Adde, sebuah kamp Somalia dekat perbatasan dengan Kenya. Militer Kenya tidak pernah memberikan rincian korban, namun laporan media Kenya menyebut jumlah korban akibat serangan itu cukup besar.
Seorang juru bicara Al-Shabaab mengatakan para militan menewaskan sedikitnya 57 tentara Kenya di pangkalan Kubiyow, dekat perbatasan Kenya. Kelompok militan ini kerap melancarkan serangan terhadap tentara dari pasukan Uni Afrika, AMISOM.
"Dua mujahidin menabrakan bom mobil bunuh diri ke markas di kota Kulbiyow sebelum menyerbu. Kami tengah mengejar tentara Kenya yang lari ke hutan," Sheikh Abdiasis Abu Musab, juru bicara operasi militer Al Shabaab.
Ia menambahkan bahwa kelompok itu juga menyita kendaraan dan senjata. "Kami telah mengambil alih pangkalan," katanya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (27/1/2017)
Namun, klaim tersebut dibantah oleh pihak militer Kenya. "Itu adalah palsu. Operasi masih berlangsung. Kami akan mendapatkan laporan terbaru," kata juru bicara militer Kenya, Letnan Kolonel Paul Njuguna.
Saluran TV Kenya, NTV dalam laporannya menyatakan terjadi pertempuran sengit antara pasukan kenya dengan kelompok Al-Shabaab. Stasiun televisi itu menyatakan beberapa tentara Kenya diyakini tewas dalam serangan itu.
Pada bulan Januari 2016, Al-Shabaab mengatakan telah menewaskan lebih dari 100 tentara Kenya di El Adde, sebuah kamp Somalia dekat perbatasan dengan Kenya. Militer Kenya tidak pernah memberikan rincian korban, namun laporan media Kenya menyebut jumlah korban akibat serangan itu cukup besar.
(ian)