Deplu AS Usut Sumbangan Obama ke Palestina

Rabu, 25 Januari 2017 - 16:34 WIB
Deplu AS Usut Sumbangan...
Deplu AS Usut Sumbangan Obama ke Palestina
A A A
WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) tengah mengkaji keputusan Barack Obama dan John Kerry di menit-menit akhir untuk menyumbangkan Rp2,9 triliun ke Palestina. Hal itu dilakukan atas keberatan Partai Republik di Kongres.

Departemen Luar Negeri mengatakan akan melihat pemberian sumbangan itu dan kemungkinan akan membuat penyesuaian untuk memastikan sesuai dengan prioritas pemerintahan Trump seperti dikutip dari Independent, Rabu (25/1/2017).

Sebelumnya, mantan Menteri Luar Negeri John Kerry secara resmi memberitahu Kongres bahwa Negara akan mengeluarkan uang pada Jumat pagi, beberapa jam sebelum Presiden Donald Trump di sumpah.

Kongres awalnya menyetujui pendanaan Palestina dalam anggaran tahun 2015 dan 2016. Namun, dua anggota Kongres asal Partai Republik Ed Royce dan Kay Granger menyatakan dana yang diberikan kepada Otoritas Palestina sebagian besar diambil dari dana yang ditujukan untuk organisasi internasional.

"Saya sangat kecewa bahwa Presiden Obama menentang pengawasan Kongres dan memberikan USD221 juta (RP2,9 triliun) untuk Palestina," bunyi pernyataan yang dirilis Granger.

"Saya akan bekerja untuk memastikan bahwa tidak ada dolar dari pembayar pajak AS akan mendanai Otoritas Palestina kecuali dalam kondisi tertentu. Meski tidak satu pun dari dana tersebut akan mengalir ke Otoritas Palestina karena kondisi mereka, mereka akan mengalir ke program di Palestina. Wilayah yang masih dikaji oleh Kongres. Keputusan Pemerintahan Obama untuk melepaskan dana tersebut adalah tidak pantas," imbuhnya.

Pemerintahan Obama selama beberapa waktu telah mendesak memberikan sejumlah uang untuk mendukung reformasi politik dan keamanan. Dana itu berasal dari Badan Pembangunan Internasional AS dan akan digunakan untuk mendanai bantuan kemanusiaan di Tepi Barat dan Gaza.

Dana itu juga diperuntukan guna membantu mempersiapkan pemerintahan yang baik dan supremasi hukum di negara Palestina masa depan. Begitu menurut pemberitahuan yang dikirimkan ke Kongres.

Baca juga:
Sebelum Lengser, Obama Diam-diam Sumbang Palestina Rp2,9 Triliun
(ian)
Berita Terkait
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Palestina Sambut Gembira...
Palestina Sambut Gembira Kekalahan Donald Trump di Pemilu AS
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Berita Terkini
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
9 menit yang lalu
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
41 menit yang lalu
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
7 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
8 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
9 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
10 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved