Rusia Siap Dialog Senjata Nuklir dengan Trump

Rabu, 18 Januari 2017 - 01:50 WIB
Rusia Siap Dialog Senjata...
Rusia Siap Dialog Senjata Nuklir dengan Trump
A A A
MOSKOW - Rusia menyatakan siap untuk dialog soal senjata nuklir dengan pemerintahan baru Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, pembahasan senjata nuklir ini akan mencakup senjata hipersonik baru dan sistem anti-rudal AS yang disebar di Eropa.

Menurut Lavrov, Trump jadi harapan baru untuk memulihkan stabilitas ketimbang pendahulunya, Presiden Barack Obama.

“Presiden terpilih (AS) ingin setiap negara bertanggung jawab untuk pengembangan sendiri dan ini adalah sikap yang dapat berhubungan dengan kami,” katanya kepada wartawan pada konferensi pers, hari Selasa, yang dilansir Reuters, Rabu (18/1/2017).

”Donald Trump memiliki pandangan unik yang berbeda dari pandangan para pendahulunya, baik (dari partai) Demokrat dan Republik,” ujar Lavrov.

”Dan pada intinya itu adalah kepentingan AS sebagai mana Donald Trump melihatnya. Ketika kami mendengar bahwa fokus utamanya adalah memerangi terorisme, tentu saja kami akan mendukung karena ini sebenarnya apa yang hilang sampai sekarang dari mitra kami, Amerika.”

Hubungan AS dan Rusia sudah rusak di level terendah setelah era Perang Dingin. Rusaknya hubungan kedua negara itu dipicu oleh krisis Ukraina dan krisis Suriah serta beberapa isu dunia lainnya.

Dalam krisis Ukraina, AS mendukung pemerintah Ukraina yang berseteru dengan Rusia setelah Moskow menganeksasi Crimea dari Ukraina pada 2014. Sedangkan dalam krisis Suriah, AS mendukung oposisi atau pemberontak Suriah. Sedangkan Rusia mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Dalam konferensi pers, Lavrov juga mengkritik keras langkah NATO yang terus mengerahkan pasukannya di dekat perbatasan Rusia. ”Jika pasukan NATO tidak melihat tempat lain untuk diri mereka sendiri selain dari perbatasan Rusia-Estonia, itu berarti badan intelijen mereka tidak melakukan pekerjaan yang baik karena mereka tidak melihat apa yang terjadi di daerah lain,” kata Lavrov.

Lavrov optimistis Rusia bisa bersahabat kembali dengan AS ketika Trump berkantor di Gedung Putih. Menurut Lavrov, Rusia akan mengundang perwakilan AS untuk terlibat dalam perundingan damai Suriah yang digelar di Astana, Kazakhstan. Perundingan damai Suriah ini ditengahi oleh Rusia dan Turki.

”Saya berharap kerjasama kita dalam hal krisis Suriah dan memerangi terorisme akan lebih sukses daripada yang kita punya dengan pemerintahan Presiden Obama,” ujar Lavrov.
(mas)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Donald Trump: Ukraina...
Donald Trump: Ukraina Sedang Dilenyapkan
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
2 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
2 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
4 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
5 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
6 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved