Turki Bilang Suriah Dipimpin Assad Mustahil Bersatu dan Damai

Sabtu, 14 Januari 2017 - 14:31 WIB
Turki Bilang Suriah...
Turki Bilang Suriah Dipimpin Assad Mustahil Bersatu dan Damai
A A A
ANKARA - Pemerintah Turki percaya rakyat Suriah bisa bersatu dan damai. Namun, hal itu mustahil terjadi selama rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad tetap berkuasa.

Negara itu Timur Tengah telah kacau akibat perang saudara antara pasukan rezim Assad dan pasukan pemberontak Suriah selama lebih dari lima tahun.

”Posisi kami pada Assad jelas. Kami tidak percaya bahwa Suriah yang bersatu, damai, akan mungkin terjadi dengan Assad tetap dalam kekuasaan,” juru bicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin, di Ankara, pada hari Jumat.

Turki selama ini mendukung kelompok pemberontak atau opoisi Suriah dalam perjuangan mereka melawan Assad. Sedangkan Presiden Suriah menerima dukungan Rusia dalam perang saudara.

Perang sipil di Suriah telah membuat banyak korban jiwa berjatuhan dan ratusan ribu lainnya mengungsi ke berbagai negara, terutama ke Eropa. Negara itu bertambah kacau dengan munculnya kelompok Islamic State atau ISIS yang melakukan kebrutalan di Suriah dan Irak.

Beberapa negara di Barat, termasuk Amerika Serikat, telah mendesak Rusia untuk menggunakan pengaruhnya agar memaksa rezim Assad lengser. Namun, Rusia menegaskan bahwa nasib masa depan Suriah harus ditentukan oleh rakyat di negara itu tanpa intervensi asing, termasuk Amerika Serikat.

Baru-baru ini, Rusia berhasil menengahi gencatan senjata antar-pasukan yang berperang untuk memungkinkan kelompok-kelompok kemanusiaan memberikan bantuan kepada rakyat Suriah yang terkena dampak perang.

Kalin mengatakan setelah gencatan senjata yang ditengahi oleh Rusia dan Turki atas nama rezim dan pemberontak Suriah, pertempuran sebagian besar telah berhenti di Suriah selama beberapa minggu terakhir.

Kalin menambahkan bahwa Turki bersedia untuk terlibat dalam pembicaraan lebih lanjut dengan Rusia untuk mengakhiri krisis Suriah. Kedua pihak akan mengadakan pembicaraan perdamaian di Astana, Ibu Kota Kazakhstan, segera mungkin.

”Tapi kami akan melihat bagaimana pembicaraan Astana berjalan, kami ingin berjalan langkah demi langkah pada saat ini,” ujar Kalin, seperti dikutip IB Times, Sabtu (14/1/2017).
(mas)
Berita Terkait
Erdogan: Turki Akan...
Erdogan: Turki Akan Tetap di Suriah Hingga Rakyat Suriah Bebas
Suriah Bergejolak, Rusia...
Suriah Bergejolak, Rusia Nilai Hubungannya dengan Turki
Singkirkan Presiden...
Singkirkan Presiden Assad, Rusia-Turki-Iran akan Bentuk Pemerintahan Transisi
Erdogan Peringatkan...
Erdogan Peringatkan Operasi Baru di Suriah Jika Milisi Kurdi Tak Pergi
Turki Setuju Tarik Pasukan...
Turki Setuju Tarik Pasukan dari Suriah Jika Damaskus Ambil Langkah Politik
Serangan Rudal Hancurkan...
Serangan Rudal Hancurkan Pengilangan Minyak Suriah, 4 Orang Tewas
Berita Terkini
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
24 menit yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
1 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
2 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
3 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
4 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
4 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved