Pertaruhkan Nyawa demi Anjing, Tentara Sunni Iran Dicap Pahlawan
Sabtu, 07 Januari 2017 - 04:33 WIB
Pertaruhkan Nyawa demi Anjing, Tentara Sunni Iran Dicap Pahlawan
A
A
A
TEHERAN - Sosok Mohammad Bakhtar, 19, tentara Iran dari komunitas Sunni mendadak tenar negara itu karena kisah heroiknya di ladang ranjau. Bakhtar dielu-elukan sebagai pahlawan karena mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan seekor anjing yang terjebak di ladang ranjau.
Bakhtar kehilangan kakinya akibat ledakan ranjau ketika menyelamatkan anjing liar. Meski menjadi bagian dari minoritas Sunni, dia mendapat pujian besar dari publik Iran yang didominasi kaum Syiah berkat pengorbanannya.
Aksi heroik tentara Iran itu terjadi di sebuah pangkalan militer pada bulan lalu. Foto-fotonya telah viral di media sosial Iran.
Pada sore hari, 17 Desember 2016, Bakhtar melihat seekor anjing liar terperangkap dalam kawat berduri di ladang ranjau, di dekat depot amunisi, pangkalan militer Iran. Dia mendengar lolongan anjing itu tanpa henti karena tidak bisa keluar dari pagar kawat berduri.
Bakhtar lantas mengulurkan kakinya ke pagar kawat berduri sehingga anjing itu bisa terbebas. Dalam hitungan detik, sebuah ranjau meledak dan menghancurkan kaki tentara Iran tersebut.
”Saya berdiri pada hari itu. Saya kasihan mendengar anjing mengerang tanpa henti,” kata Bakhtar kepada Al Jazeera, yang dilansir Sabtu (7/1/2017). ”Saya tahu bahwa itu adalah ladang ranjau, tapi saya tidak bisa menjangkau anjing yang kasihan itu. Akhirnya, saya menempatkan kaki kanan saya ke sisi lain dari pagar berduri untuk melepaskan anjing tersebut. Begitu dia berlari, (ranjau meledak),” ujarnya.
Dokter di kota barat laut Tabriz selama berjam-jam berusaha meyambungkan kaki Bakhtar. Tapi, mereka tidak berhasil.
Meskipun berasal dari minoritas Sunni, Bakhtar mendapat penghormatan yang luar biasa dari kelompok mayoritas Syiah di Tabriz. Para warga antre di luar rumah sakit untuk memberikan dukungan kepada tentara Iran itu.
Banyak foto Bakhtar dipajang di rumah sakit. Dia kemudian dielu-elukan sebagai pahlawan di kampung halamannya di Marivan. Kisahnya juga menyebar via Telegram.
”Saya salut pada prajurit muda ini sebagai simbol kehormatan dan keberanian, dan berharap Timur Tengah memiliki banyak (tentara) seperti dia sebagai obat mujarab untuk masalah lama yang sudah ada,” puji Kamal Rastkhani, seorang gadis asal Teheran melalui Twitter.
Rastkhani mengatakan bahwa dia telah melakukan perjalanan lebih dari 300 kilometer di jalanan bersalju dan cuaca dingin demi memberi penghormatan kepada Bakhtar. Dia menyebut Bakhtar sebagai “simbol cinta untuk (makhluk) ciptaan Tuhan”.
Bakhtar kehilangan kakinya akibat ledakan ranjau ketika menyelamatkan anjing liar. Meski menjadi bagian dari minoritas Sunni, dia mendapat pujian besar dari publik Iran yang didominasi kaum Syiah berkat pengorbanannya.
Aksi heroik tentara Iran itu terjadi di sebuah pangkalan militer pada bulan lalu. Foto-fotonya telah viral di media sosial Iran.
Pada sore hari, 17 Desember 2016, Bakhtar melihat seekor anjing liar terperangkap dalam kawat berduri di ladang ranjau, di dekat depot amunisi, pangkalan militer Iran. Dia mendengar lolongan anjing itu tanpa henti karena tidak bisa keluar dari pagar kawat berduri.
Bakhtar lantas mengulurkan kakinya ke pagar kawat berduri sehingga anjing itu bisa terbebas. Dalam hitungan detik, sebuah ranjau meledak dan menghancurkan kaki tentara Iran tersebut.
”Saya berdiri pada hari itu. Saya kasihan mendengar anjing mengerang tanpa henti,” kata Bakhtar kepada Al Jazeera, yang dilansir Sabtu (7/1/2017). ”Saya tahu bahwa itu adalah ladang ranjau, tapi saya tidak bisa menjangkau anjing yang kasihan itu. Akhirnya, saya menempatkan kaki kanan saya ke sisi lain dari pagar berduri untuk melepaskan anjing tersebut. Begitu dia berlari, (ranjau meledak),” ujarnya.
Dokter di kota barat laut Tabriz selama berjam-jam berusaha meyambungkan kaki Bakhtar. Tapi, mereka tidak berhasil.
Meskipun berasal dari minoritas Sunni, Bakhtar mendapat penghormatan yang luar biasa dari kelompok mayoritas Syiah di Tabriz. Para warga antre di luar rumah sakit untuk memberikan dukungan kepada tentara Iran itu.
Banyak foto Bakhtar dipajang di rumah sakit. Dia kemudian dielu-elukan sebagai pahlawan di kampung halamannya di Marivan. Kisahnya juga menyebar via Telegram.
”Saya salut pada prajurit muda ini sebagai simbol kehormatan dan keberanian, dan berharap Timur Tengah memiliki banyak (tentara) seperti dia sebagai obat mujarab untuk masalah lama yang sudah ada,” puji Kamal Rastkhani, seorang gadis asal Teheran melalui Twitter.
Rastkhani mengatakan bahwa dia telah melakukan perjalanan lebih dari 300 kilometer di jalanan bersalju dan cuaca dingin demi memberi penghormatan kepada Bakhtar. Dia menyebut Bakhtar sebagai “simbol cinta untuk (makhluk) ciptaan Tuhan”.
(mas)