Pascapenghinaan Pancasila, RI dan Australia Sepakat Saling Menghormati

Jum'at, 06 Januari 2017 - 07:37 WIB
Pascapenghinaan Pancasila,...
Pascapenghinaan Pancasila, RI dan Australia Sepakat Saling Menghormati
A A A
JAKARTA - Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia dan Australia sepakat untuk saling menghormati. Komentar Jokowi menyusul penangguhan kerja sama militer kedua negara setelah oknum tentara Australia menghina Pancasila dalam sebuah pelatihan militer di pangkalan Perth.

Presiden Jokowi memerintahkan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatasi masalah ini.

”Indonesia dan Australia sepakat untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain dan tidak terlibat dalam urusan internal masing-masing,” kata Jokowi. ”Saya percaya kami sepakat untuk itu,” katanya lagi.

Jokowi mengklaim hubungan antara kedua negara masih dalam kondisi baik. Meski demikian, Jokowi minta kasus penghinaan dasar negara Indonesia diselesaikan sebelum kerja sama militer kedua negara dipulihkan.”Hal ini perlu di-clear-kan terlebih dahulu karena pada tingkat operasional itu adalah masalah prinsip,” ujarnya.

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull menyambut pernyataan Jokowi, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada semalam.

”Presiden dan saya berbagi komitmen yang kuat untuk terus membangun hubungan erat antara negara kami, berdasarkan kepentingan bersama dan saling menghormati,” bunyi pernyataan Turnbull, seperti dikutip Sydney Morning Herald, Jumat (6/1/2017).

”Saya mengakui dan menghargai komitmen Presiden (Joko) Widodo untuk kemitraan strategis antara kedua negara kita dan menghargai persahabatan pribadi kita,” imbuh Turnbull.

Pada konferensi pers sebelumnya, Jenderal Gatot kesal atas ulah oknum tentara Australia. Menurutnya, materi yang diajarkan dalam pelatihan di pangkalan Perth “tidak etis” bagi sebuah negara yang ramah. Materi itu salah satunya diduga memelesetkan Pancasila menjadi “Pancagila”, mengusik masalah Timor Leste sebelum merdeka dari Indonesia serta dugaan seruan kemerdekaan Papua.

”Ini terlalu menyakitkan untuk menjelaskan sehingga saya tidak akan menjelaskan,” ujar Jenderal Gatot. Dia menegaskan bahwa setiap prajurit Indonesia diajarkan untuk mencintai ideologi negaranya dan mengorbankan nyawa mereka ketika menghadapi musuh.

Ditanya soal materi penghinaan, Jenderal Gatot menegaskan tindakan itu tidak bisa dibenarkan. Meski demikian, pemimpin militer Australia sudah meminta maaf dan menghukum oknum tentara yang diduga melakukan penghinaan terhadap Pancasila.

”Itu tidak benar. Karena itu saya menarik kembali instruktur dan saya menangguhkannya,” ujar Jenderal Gatot.
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
2 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
3 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
4 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
5 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
6 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
7 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved