Netanyahu Bantah Terima Hadiah dari Pengusaha

Sabtu, 31 Desember 2016 - 11:24 WIB
Netanyahu Bantah Terima...
Netanyahu Bantah Terima Hadiah dari Pengusaha
A A A
YERUSALEM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan penyelidikan atas dugaan pelanggaran akan mengungkap bukti jika dirinya tidak bersalah. Media lokal Israel sebelumnya menyatakan Jaksa Agung telah memerintahkan penyelidikan atas tindakan Netanyahu.

Baca juga:
TV Israel: Jaksa Agung Perintahkan Penyelidikan Terhadap Netanyahu


Media Israel melaporkan tuduhan bahwa Netanyahu telah menerima hadiah atau "kenikmatan" dari pengusaha. Namun Netanyahu membantah tudingan tersebut dan mengatakan tidak ada yang disembunyikan. Ia juga mengatakan semua rumor tersebut akan berubah menjadi kebohongan seperti tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepadanya sebelumnya.

"Semua skandal ini telah berubah menjadi tuduhan tidak mendasar dan tuduhan itu akan dipublikasikan ke media sekarang," katanya dalam sebuah pernyataan seperti disitat dari BBC, Sabtu (31/12/2016).

Penentang Netanyahu telah menyerukan penyelidikan menyusul serangkaian skandal dalam beberapa bulan terakhir dimana tidak ada satu pun diantara berujung pada penuntutan. Bulan lalu, penyelidikan dibuka dalam pembelian kapal selam baru dari Jerman. Itu dilakukan setelah muncul klaim bahwa pengacara Netanyahu mewakili perusahaan selama negosiasi.

Awal tahun ini, seorang warga Prancis Arnaud Mimran mengklaim telah menyumbangkan ratusan ribu euro untuk kampanye Netanyahu pada pemilu 2009. Namun hal ini dibantah oleh Netanyahu. Netanyahu juga telah menghambur-hamburkan uang rakyat, termasuk USD127 ribu untuk menyewa kamar tidur pribadi saat melakukan kunjungan ke Inggris.

Pada tahun 2000, polisi Israel merekomendasikan tuntutan pidana terhadap Netanyahu dan istrinya, Sara. Polisi mengajukan tuntutan setelah melakukan penyelidikan selama 8 bulan terkait dugaan Netanyahu dan istrinya menyimpan hadiah yang seharusnya diserahkan kepada negara setelah lengser.

Pada saat yang sama, mereka juga membebankan biaya sewa jasa kontraktor kepada pemerintah untuk melakukan pekerjaan demi kepentingan pribadi mereka. Namun semua tuntutan itu ditolak karena tidak cukup bukti.
(ian)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
12 menit yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
1 jam yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
1 jam yang lalu
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
2 jam yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
3 jam yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
3 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved