Negara-negara Islam Puji Indonesia dalam Sikapi Krisis Rohingya

Jum'at, 30 Desember 2016 - 20:18 WIB
Negara-negara Islam...
Negara-negara Islam Puji Indonesia dalam Sikapi Krisis Rohingya
A A A
JAKARTA - Negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) memuji langkah-langkah konstruktif dan pendekatan insklusif Pemerintah Indonesia dalam upaya penyelesaian krisis Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Negara-negara OKI juga memuji Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang berbicara langsung dengan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi untuk membahas penyelesaian krisis Rohingya.

Pujian itu disampaikan para perwakilan negara-negara OKI yang menggelar pertemuan di New York, Amerika Serikat (AS) pada 29 Desember.

“Perwakilan negara-negara OKI di New York telah sampaikan apresiasi tinggi mereka atas langkah-langkah konstruktif yang telah dan akan diambil Indonesia,” demikian keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri Indonesia yang diterima Sindonews, Jumat (30/12/2016).

Selain pertemuannya dengan Suu Kyi dipuji, Menlu Retno juga diapresiasi negara-negara OKI karena melakukan kunjungan ke Bangladesh dalam rangka membantu untuk membangun kepercayaan dan memperkuat constructive engagement dengan Pemerintah Myanmar.

Menlu perempuan pertama Indonesia ini juga disebut memegang peranan kunci atas terselenggarakannya ASEAN Foreign Ministers Retreat, di mana terjadi diskusi dengan ASSK pada tanggal 19 Desember 2016 di Yangon.

“Apresiasi juga diberikan atas bantuan kemanusiaan Indonesia selama ini ke Negara Bagian Rakhine, khususnya kepada kelompok minoritas Muslim, termasuk bantuan kemanusiaan terakhir yang dilepas oleh Presiden RI (Joko Widodo),” lanjut keterangan Kemenlu.

Bantuan kemanusiaan untuk komunitas Rohingya sebanyak 10 kontainer dilepas Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 29 Desember 2016. Indonesia sebelumnya juga membantu dalam proses pembangunan sejumlah Rumah Sakit dan Sekolah di wilayah tersebut.

“Perwakilan negara-negara OKI menyambut baik tawaran Pemerintah RI untuk menjadi jembatan (bridging role) bagi komunikasi konstruktif OKI dengan Pemerintah Myanmar,” imbuh keterangan Kemenlu.
(mas)
Berita Terkait
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Etnis Rohingya Terbanyak di Dunia
Mengapa Indonesia Menerima...
Mengapa Indonesia Menerima Pengungsi Rohingya?
Menlu Retno Sebut Myanmar...
Menlu Retno Sebut Myanmar Rumah Bagi Rohingya
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Pemerintah Putuskan...
Pemerintah Putuskan Tampung Pengungsi Rohingya yang Terombang-ambing di Laut Bireun
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Berita Terkini
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
47 menit yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
1 jam yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
2 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
2 jam yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
4 jam yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
6 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved