Pasukan Irak Luncurkan Serangan Baru ke Basis ISIS di Mosul
Kamis, 29 Desember 2016 - 13:18 WIB
Pasukan Irak Luncurkan Serangan Baru ke Basis ISIS di Mosul
A
A
A
BAGHDAD - Pasukan kemanan Irak meluncurkan serangan baru terhadap militan ISIS di beberapa distrik sebelah tenggar Mosu. Hampir sekitar 1 bulan pertempuran di daerah itu sempat terhenti kata para pejabat Kementerian Dalam Negeri Irak.
"Pasukan kami sekarang bergerak maju. Dalam lima atau 10 menit mereka merebut 500 meter. Hanya sekarang mereka mulai menyerang kembali," kata seorang petinggi dari pasukan respon cepat, unit elit milik Kementerian Dalam Negeri Irak seperti dikutip dari Reuters, Kamis (29/12/2016).
Ia juga mengungkapkan bahwa kekuatan militer telah bergerak maju di distrik Intisar. "Sementara ribuan pasukan polisi federal ditarik dari pinggiran selatan Mosul dua minggu lalu dengan harapan dapat didorong ke daerah terdekat," jelasnya.
Pertempuran untuk merebut Mosul melibatkan 100.000 tentara Irak, anggota pasukan keamanan Kurdi dan milisi Syiah. Ini adalah operasi darat terbesar di Irak sejak invasi pimpinan AS tahun 2003.
Tentara elit Irak telah merebut kembali seperempat wilayah Mosul, basis besar terakhir militan ISIS di Irak, tapi pegerakannya mulai melambat. Mereka akan memasuki reparasi nasional yang direncanakan awal bulan ini, jeda signifikan pertama karena kampanye.
Mosul jatuh ke tangan ISIS setelah berhasil mengusir tentara Irak yang dilatih Amerika Serikat (AS) pada Juni 2014. Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, mengatakan butuh tiga bulan untuk mengusir ISIS di Irak. Sebelumnya, ia berjanji untuk merebut Mosul pada akhir tahun.
"Pasukan kami sekarang bergerak maju. Dalam lima atau 10 menit mereka merebut 500 meter. Hanya sekarang mereka mulai menyerang kembali," kata seorang petinggi dari pasukan respon cepat, unit elit milik Kementerian Dalam Negeri Irak seperti dikutip dari Reuters, Kamis (29/12/2016).
Ia juga mengungkapkan bahwa kekuatan militer telah bergerak maju di distrik Intisar. "Sementara ribuan pasukan polisi federal ditarik dari pinggiran selatan Mosul dua minggu lalu dengan harapan dapat didorong ke daerah terdekat," jelasnya.
Pertempuran untuk merebut Mosul melibatkan 100.000 tentara Irak, anggota pasukan keamanan Kurdi dan milisi Syiah. Ini adalah operasi darat terbesar di Irak sejak invasi pimpinan AS tahun 2003.
Tentara elit Irak telah merebut kembali seperempat wilayah Mosul, basis besar terakhir militan ISIS di Irak, tapi pegerakannya mulai melambat. Mereka akan memasuki reparasi nasional yang direncanakan awal bulan ini, jeda signifikan pertama karena kampanye.
Mosul jatuh ke tangan ISIS setelah berhasil mengusir tentara Irak yang dilatih Amerika Serikat (AS) pada Juni 2014. Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, mengatakan butuh tiga bulan untuk mengusir ISIS di Irak. Sebelumnya, ia berjanji untuk merebut Mosul pada akhir tahun.
(ian)