Dalam 2 Tahun ISIS Bakal Punah dari Mosul dan Raqqa
Selasa, 27 Desember 2016 - 14:47 WIB
Dalam 2 Tahun ISIS Bakal Punah dari Mosul dan Raqqa
A
A
A
WASHINGTON - Komandan pasukan Amerika Serikat di Irak, Stephen Townsend mengatakan, operasi pembersihan ISIS di Mosul dan Raqqa terus berlangsung meski berjalan lambat. Ia mengatakan membutuhkan waktu dua tahun untuk membersihkan ISIS dari kedua kota tersebut.
"Kerja keras ini akan memakan waktu dua tahun lagi untuk membersihkan ISIS dari markas mereka di Mosul dan Raqqa serta membunuh atau menangkap mereka yang berusaha untuk melarikan diri ke padang pasir Suriah dan Irak," kata Townsend seperti dikutip dari Sputniknews, Selasa (27/12/2016).
Townsend menolak untuk memberikan kepastian kapan perang akan berakhir, tapi ia menitikberatkan bagaimana ISIS bertahan begitu dalam hingga kebrutalan yang dihadapi tentara AS dan koalisinya ketika menerapkan taktik pertempuran.
"Seorang anggota ISIS berjalan keluar gedung dengan memegang kepala seorang bocah sehingga kita bisa melihatnya berjalan menuju ke gedung yang lain," kata Townsend.
Realitas pertempuran juga menunjukkan bahwa semua pihak yang terlibat berhenti selama seminggu terakhir untuk memasok dan mengambil stok untuk perang. Termasuk tentara Irak yang menegaskan penyerangan Mosul tidak akan pernah berhenti. Townsend pun menyatakan ia kadang-kadang melihat jumlah korban meningkat 30%.
"Orang-orang perlu istirahat. Mereka perlu menilai bagaimana hal tersebut terjadi karena mereka tidak akan secepat yang kita pikir," katanya kepada The Daily Beast.
"Kerja keras ini akan memakan waktu dua tahun lagi untuk membersihkan ISIS dari markas mereka di Mosul dan Raqqa serta membunuh atau menangkap mereka yang berusaha untuk melarikan diri ke padang pasir Suriah dan Irak," kata Townsend seperti dikutip dari Sputniknews, Selasa (27/12/2016).
Townsend menolak untuk memberikan kepastian kapan perang akan berakhir, tapi ia menitikberatkan bagaimana ISIS bertahan begitu dalam hingga kebrutalan yang dihadapi tentara AS dan koalisinya ketika menerapkan taktik pertempuran.
"Seorang anggota ISIS berjalan keluar gedung dengan memegang kepala seorang bocah sehingga kita bisa melihatnya berjalan menuju ke gedung yang lain," kata Townsend.
Realitas pertempuran juga menunjukkan bahwa semua pihak yang terlibat berhenti selama seminggu terakhir untuk memasok dan mengambil stok untuk perang. Termasuk tentara Irak yang menegaskan penyerangan Mosul tidak akan pernah berhenti. Townsend pun menyatakan ia kadang-kadang melihat jumlah korban meningkat 30%.
"Orang-orang perlu istirahat. Mereka perlu menilai bagaimana hal tersebut terjadi karena mereka tidak akan secepat yang kita pikir," katanya kepada The Daily Beast.
(ian)