Malaysia: Penculik Incar ABK Indonesia untuk Bikin Rumit Negosiasi
Kamis, 22 Desember 2016 - 16:52 WIB
Malaysia: Penculik Incar ABK Indonesia untuk Bikin Rumit Negosiasi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Malaysia menilai kelompok bersenjata yang melakukan penculikan di perairan Sabah mengincar anak buah kapal (ABK) Indonesia yang kerja di kapal Malaysia. ABK Indonesia jadi target penculik untuk membuat rumit negosiasi.
Hal itu disampaikan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim, Kamis (22/12/2016).
"Tapi perlu tahu, target mereka itu selalu WNI yang bekerja di kapal Malaysia. Mereka tahu kelemahannya, tahu titik lemahnya di mana,” ucap Zahrain.
Dia mengatakan, Malaysia tetap berkomitmen untuk mencari cara agar kejadian semacam itu tidak terjadi lagi, khususnya di perairan Malaysia.
"Malaysia berkomitmen kuat untuk menyelesaikan masalah ini. Apakah harus ada peraturan baru di mana kapal Malaysia berawak warga negara Malaysia dan WNI bekerja di kapal Malaysia? Karena berulang kali kejadian kapal Malaysia dengan ABK WNI jadi target merekam” katanya.
Seperti diketahui, empat orang WNI diculik oleh kelompok bersenjata yang diduga bagian dari Abu Sayyaf di perairan Sabah bulan lalu. Penculikan pertama terjadi pada awal November, dan penculikan kedua terjadi pada akhir November.
Hal itu disampaikan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim, Kamis (22/12/2016).
"Tapi perlu tahu, target mereka itu selalu WNI yang bekerja di kapal Malaysia. Mereka tahu kelemahannya, tahu titik lemahnya di mana,” ucap Zahrain.
Dia mengatakan, Malaysia tetap berkomitmen untuk mencari cara agar kejadian semacam itu tidak terjadi lagi, khususnya di perairan Malaysia.
"Malaysia berkomitmen kuat untuk menyelesaikan masalah ini. Apakah harus ada peraturan baru di mana kapal Malaysia berawak warga negara Malaysia dan WNI bekerja di kapal Malaysia? Karena berulang kali kejadian kapal Malaysia dengan ABK WNI jadi target merekam” katanya.
Seperti diketahui, empat orang WNI diculik oleh kelompok bersenjata yang diduga bagian dari Abu Sayyaf di perairan Sabah bulan lalu. Penculikan pertama terjadi pada awal November, dan penculikan kedua terjadi pada akhir November.
(mas)