Demo Besar Guncang Polandia, Oposisi Dituduh Ingin Kudeta

Minggu, 18 Desember 2016 - 06:49 WIB
Demo Besar Guncang Polandia,...
Demo Besar Guncang Polandia, Oposisi Dituduh Ingin Kudeta
A A A
WARSAWA - Sekitar 1.000 demonstran pro-oposisi Polandia turun ke jalan menuju luar gedung parlemen di Warsawa. Menteri Dalam Negeri Polandia Mariusz Blaszczak, menuduh oposisi ingin merebut kekuasaan secara ilegal atau kudeta dengan pengerahan massa besar-besaran.

Demo besar di luar gedung parlemen itu berhasil dihalau dan dibubarkan polisi. Namun, ribuan demonstran anti-pemerintah terus melanjutkan aksinya di jalan-jalan ibu kota dan kota lainnya.

“Protes (sejak) Jumat sebagai upaya ilegal untuk merebut kekuasaan,” kata Blaszczak kepada radio RMF FM, Sabtu.

Pemimpin Partai Nowoczesna (partai oposisi), Ryszard Petru, seperti dikutip Reuters, Minggu (18/12/2016) menyerukan agar pemilu dini digelar. ”Jika situasi yang terjadi, di mana PiS (Partai Hukum dan Keadilan, partai berkuasa Polandia) telah kehilangan kepercayaan dari orang-orang, jika situasi terus (seperti ini), pemilu dini akan diperlukan,” ujarnya.

Demonstran pro-oposisi menuduh pemerintah merusak negara. ”Kami akan berada di jalan-jalan sampai mereka menyudahi dalam menghancurkan negara,” kata Mateusz Kijowski, pemimpin Komite Pertahanan Gerakan Demokrasi yang ikut demo.

Demo besar di Polandia itu memicu reaksi dari Presiden Dewan Uni Eropa, Donald Tusk. Dia mendesak pemerintah Polandia untuk menghormati konstitusi dalam menangani demonstrasi.

”Saya menekankan bagi mereka yang memiliki kekuasaan nyata agar menghormati dan mempertimbangkan masyarakat, menghormati prinsip-prinsip dan moral konstitusional," kata Tusk.

Kebuntuan politik di Polandia ini merupakan salah satu krisis politik terbesar dalam sejarah parlemen Polandia. Pada hari Jumat, anggota parlemen oposisi memblokir dukungan untuk menyetujui anggaran negara yang diusung partai berkuasa.

Kubu oposisi mengklaim hasil pemilu sebelumnya telah dipalsukan. Sementara itu, Perdana Menteri Polandia Beata Szydlo mengatakan demo besar itu hanya rengekan pihak-pihak yang kalah dalam pemilu tahun 2015.
(mas)
Berita Terkait
Presiden Polandia Sebut...
Presiden Polandia Sebut LGBT Lebih Menghancurkan dari Komunisme
Pandemi Corona Ciptakan...
Pandemi Corona Ciptakan Sejarah Baru dalam Pilpres Polandia
Polandia Vs Belanda:...
Polandia Vs Belanda: The Oranye Menang 2-1!
Warga Rusia Nyaru Jadi...
Warga Rusia Nyaru Jadi Sekjen PBB, Ngeprank Presiden Polandia
Gereja Katolik Polandia...
Gereja Katolik Polandia Laporkan Ratusan Klaim Pelecehan Seks oleh Pastor
Komisi Negara: Hampir...
Komisi Negara: Hampir 30% Tersangka Pedofilia di Polandia adalah Pastor
Berita Terkini
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
32 menit yang lalu
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
2 jam yang lalu
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
3 jam yang lalu
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
4 jam yang lalu
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
5 jam yang lalu
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
6 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved