Saudi Didesak Bebaskan Wanita Muda yang Mejeng tanpa Jilbab

Jum'at, 16 Desember 2016 - 06:25 WIB
Saudi Didesak Bebaskan...
Saudi Didesak Bebaskan Wanita Muda yang Mejeng tanpa Jilbab
A A A
RIYADH - Otoritas Arab Saudi didesak untuk membebaskan Malak Al Shehri, wanita muda yang ditangkap polisi agama setelah mejeng tanpa mengenakan abaya (jilbab khas Saudi) di tempat umum di Riyadh. Sementara itu, para pendukung Malak mengaku menerima ancaman pembunuhan hampir setiap hari.

Aksi mejeng Malak tanpa abaya di tempat umum di Riyadh telah menghebohkan publik. Malak mengunggah foto mejengnya itu di akun media sosial. Sejak itu, Malak menerima banyak ancaman pembunuhan, meski sudah menutup akun media sosialnya.

Malak ditangkap tak lama setelah polisi agama Saudi mengaku menerima laporan tentang aksi berani Malak. Malak oleh pihak polisi agama dianggap melanggar norma susila.

Baca:
Mejeng tanpa Jilbab, Wanita Muda Saudi Diancam Sekaligus Dipuji


Desakan pembebasan Malak diserukan Hillel Neuer, pengawas hak asasi manusia UN Watch. Neuer minta PBB dan organisasi internasional untuk menekan pemerintah Saudi supaya menjamin Malak tidak menghadapi dampak terburuk dari aksinya.

”Saya pikir dia jelas pahlawan dan tidak mencoba untuk menjadi provokatif, tetapi seorang wanita yang menggunakan haknya untuk berjalan di luar mengenakan pakaian yang agak konservatif dan menjadi orang biasa dan tidak menggantungkan dirinya dalam jubah hitam yang menutupi tubuh secara penuh,” kata Neuer, seperti dikutip IB Times, Jumat (16/12/2016).

”Dia adalah tipe orang yang harus jadi bagian dari badan hak asasi manusia dan bukan dari pemerintah yang menindas, serta bagian dari warga sesama perempuan,” ujarnya.

”Ada 55 ahli hak asasi manusia yang berbeda di PBB, dan mereka harus berbicara dan mendesak pembebasannya segera, dia termasuk kelompok dari penahanan sewenang-wenang. Dia adalah wanita yang sedang ditahan sewenang-wenang,” imbuh Neuer.

Baca juga:
Wanita Muda Saudi yang Mejeng tanpa Jilbab Akhirnya Ditangkap


Salah satu pendukung Malak, Amal Muhammad, mengaku menerima ancaman pembunuhan karena membela wanita muda itu secara online. ”Saya menerima ancaman sepanjang waktu,” ujarnya. ”Ancaman kematian, ancaman pemerkosaan. Saya mendapatkannya hampir setiap hari.”

Amal dalam beberapa tahun terakhir aktif di gerakan perempuan Saudi penuntut hak yang lebih besar. Dia baru-baru ini terlibat dalam pembuatan petisi untuk diakhirinya hukum yang mewajibkan perempuan untuk minta izin atau dikawal wali atau lelaki muhrimnya selama bepergian. Amal ini pula yang ikut andil perubahan hukum di Saudi yang membolehkan wanita untuk pertama kalinya dipilih dalam pemilu pada 2015 lalu.

”Apa yang Malak lakukan adalah hasil dari gerakan hak-hak perempuan Saudi. Ada banyak wanita muak dengan cara hal-hal seperti itu. Apa yang Malak lakukan adalah representasi dari banyak wanita di sini. Ada mentalitas yang berbeda dengan perempuan sekarang. Kami lebih berpendidikan dan sadar akan hak kami. Mereka tidak bisa terus memperlakukan kami seperti generasi masa lalu,” ujar Amal.

Dia bertepuk tangan atas aksi berani Malak yang dia sebut akan membuat malu rezim Saudi. ”Saya berpikir bahwa berita yang keluar sudah membantunya. Dia bukan kambing hitam sekarang, sehingga mereka tidak akan menangkapnya hanya untuk menyenangkan kubu ekstremis,” imbuh Amal.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
10 menit yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
1 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
1 jam yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
2 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
4 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
5 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved