Assad: Barat Ingin Kami Berhenti Serang ISIS
Rabu, 14 Desember 2016 - 15:13 WIB

Assad: Barat Ingin Kami Berhenti Serang ISIS
A
A
A
DAMASKUS - Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan, dunia Barat ingin pemerintah Suriah menghentikan serangan terhadap ISIS. Barat, lanjut Assad, melakukannya dengan cara mendesak Rusia untuk memberikan tekanan kepada Damaskus terkait hal ini.
Awal Desember, para pemimpin Jerman, Prancis, Inggris, Italia, Kanada dan Amerika Serikat mendesak Rusia dan Iran untuk mengerahkan pengaruh pada pemerintah Suriah atas situasi di Aleppo.
"Itu selalu penting dalam politik untuk membaca yang tersirat, tidak menjadi yang terpilih, tidak peduli apa yang mereka minta," kata Assad dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (14/12).
"Pernyataan mereka (Barat) untuk Rusia adalah mengenai menghentikan kemajuan yang dicapai tentara Suriah terhadap ISIS. Mereka menyatakan, Rusia terlalu jauh dalam mengalahkan teroris yang seharusnya tidak terjadi. Rusia harus memberitahu Suriah untuk menghentikan ini, kita harus membunuh teroris dan menyelamatkan mereka," sambungnya.
Assad menambahkan, Barat mengabaikan pembunuhan warga sipil oleh para teroris di Aleppo dan serangan ISIS di Palmyra. Karena, papar Assad, Barat hanya prihatin dengan kemanjuan yang didapat tentara pemerintah Suriah, dan bukan serangan yang dilakukan teroris.
"Kami menangkap akan ada kekhawatiran tentang warisan. Jika kita membebaskan Aleppo dari teroris, para pejabat Barat dan media mainstream akan khawatir tentang warga sipil, namun mereka tidak khawatir ketika sebaliknya terjadi. Ketika para teroris membunuh warga sipil atau menyerang Palmyra dan mulai menghancurkan warisan dunia, tidak hanya warisan Suriah," ucapnya.
Awal Desember, para pemimpin Jerman, Prancis, Inggris, Italia, Kanada dan Amerika Serikat mendesak Rusia dan Iran untuk mengerahkan pengaruh pada pemerintah Suriah atas situasi di Aleppo.
"Itu selalu penting dalam politik untuk membaca yang tersirat, tidak menjadi yang terpilih, tidak peduli apa yang mereka minta," kata Assad dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (14/12).
"Pernyataan mereka (Barat) untuk Rusia adalah mengenai menghentikan kemajuan yang dicapai tentara Suriah terhadap ISIS. Mereka menyatakan, Rusia terlalu jauh dalam mengalahkan teroris yang seharusnya tidak terjadi. Rusia harus memberitahu Suriah untuk menghentikan ini, kita harus membunuh teroris dan menyelamatkan mereka," sambungnya.
Assad menambahkan, Barat mengabaikan pembunuhan warga sipil oleh para teroris di Aleppo dan serangan ISIS di Palmyra. Karena, papar Assad, Barat hanya prihatin dengan kemanjuan yang didapat tentara pemerintah Suriah, dan bukan serangan yang dilakukan teroris.
"Kami menangkap akan ada kekhawatiran tentang warisan. Jika kita membebaskan Aleppo dari teroris, para pejabat Barat dan media mainstream akan khawatir tentang warga sipil, namun mereka tidak khawatir ketika sebaliknya terjadi. Ketika para teroris membunuh warga sipil atau menyerang Palmyra dan mulai menghancurkan warisan dunia, tidak hanya warisan Suriah," ucapnya.
(esn)