China Tuding Jet Tempurnya Lakukan Manuver Berbahaya, Jepang Protes
Senin, 12 Desember 2016 - 16:43 WIB
China Tuding Jet Tempurnya Lakukan Manuver Berbahaya, Jepang Protes
A
A
A
TOKYO - Jepang memprotes keras tuduhan China yang menyatakan jet tempurnya melakukan manuver berbahaya dan tidak profesional. Pesawat tempur China dan Jepang terlibat insiden saat melintas di antara Okinama dan Selat Miyako pada akhir pekan lalu.
Baca juga:
Jet Tempur China Dipepet Jet F-15 Jepang, Beijing Murka
"Saya telah menerima laporan dari Menteri Pertahanan bahwa pesawat Jepang tidak melakukan gangguan apapun dalam jarak dekat terhadap pesawat militer China atau mengancam keselamatan pesawat militer China atau personelnya," kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga seperti dikutip dari Reuters, Senin (12/12/2016).
"Fakta-fakta militer China secara sepihak mengumumkan sesuatu yang jelas berbeda dari fakta-fakta ini sangat disesalkan dan merugikan peningkatan hubungan antara Jepang dan China, dan kami telah memprotes dengan keras pihak China," katanya lagi.
Suga mengatakan, Jepang akan terus memberikan perhatian kepada militer China yang terus berkembang dan meningkat pesat. "Dan membuat setiap upaya yang tegas melindungi ruang laut dan udara tanah negara kita dan sesuai dengan hukum internasional dan domestik, mengambil langkah-langkah tegas terhadap setiap invasi wilayah udara kami," tegasnya.
Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan, juru bicara Kementerian Pertahanan China Yang Yujun mengatakan bahwa dua jet tempur F-15 milik Jepang terbang di atas Selat Miyako dan melakukan gangguan jarak dekat, menembakkan flare dan membahayakan kemanan pesawat dan pilot China.
Yujun mengatakan China memiliki keprihatinan serius dan mengajukan protes atas perilaku pesawat Jepang selama apa yang ia sebut latihan "rutin" di perairan internasional.
Baca juga:
Jet Tempur China Dipepet Jet F-15 Jepang, Beijing Murka
"Saya telah menerima laporan dari Menteri Pertahanan bahwa pesawat Jepang tidak melakukan gangguan apapun dalam jarak dekat terhadap pesawat militer China atau mengancam keselamatan pesawat militer China atau personelnya," kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga seperti dikutip dari Reuters, Senin (12/12/2016).
"Fakta-fakta militer China secara sepihak mengumumkan sesuatu yang jelas berbeda dari fakta-fakta ini sangat disesalkan dan merugikan peningkatan hubungan antara Jepang dan China, dan kami telah memprotes dengan keras pihak China," katanya lagi.
Suga mengatakan, Jepang akan terus memberikan perhatian kepada militer China yang terus berkembang dan meningkat pesat. "Dan membuat setiap upaya yang tegas melindungi ruang laut dan udara tanah negara kita dan sesuai dengan hukum internasional dan domestik, mengambil langkah-langkah tegas terhadap setiap invasi wilayah udara kami," tegasnya.
Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan, juru bicara Kementerian Pertahanan China Yang Yujun mengatakan bahwa dua jet tempur F-15 milik Jepang terbang di atas Selat Miyako dan melakukan gangguan jarak dekat, menembakkan flare dan membahayakan kemanan pesawat dan pilot China.
Yujun mengatakan China memiliki keprihatinan serius dan mengajukan protes atas perilaku pesawat Jepang selama apa yang ia sebut latihan "rutin" di perairan internasional.
(esn)