Rusia Bantah Ada Kesepakatan untuk Pemberontak Tinggalkan Aleppo
Senin, 12 Desember 2016 - 08:50 WIB
Rusia Bantah Ada Kesepakatan untuk Pemberontak Tinggalkan Aleppo
A
A
A
MOSKOW - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov mengatakan bahwa Moskow tidak mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) untuk pemberontak meninggalkan Aleppo. Pernyataan ini membantah apa yang dikatakan oleh pejabat pemberontak Suriah soal proposal AS untuk meninggalkan Aleppo.
Pejabat pemberontak Suriah mengatakan bahwa proposal telah diajukan oleh kedua negara untuk pemberontak meninggalkan Aleppo dengan keluarga mereka dan warga sipil. Rusia menjamin perjalanan yang aman bagi mereka ke tempat yang diinginkan.
Baca juga:
Pemberontak Suriah Terima Proposal AS untuk Tinggalkan Aleppo
"Apa Barat selalu melaporkan tidak sesuai dengan kenyataan," kata Ryabkov sembari menambahkan bahwa Rusia sedang bekerja untuk menciptakan kondisi yang diperlukan untuk ekstraksi yang aman bagi orang-orang dari Aleppo.
"Masalah militan menarik diri adalah subjek perjanjian terpisah. Perjanjian ini belum tercapai, terutama karena AS bersikeras untuk hal yang tidak dapat diterima," katanya seperti dikutip dari Reuters, Senin (12/12/2016).
Ryabkov mengatakan tidak ada diskusi tentang kesepakatan bersama dengan AS terkait Suriah yang selanjutnya akan dianggap sebagai oposisi. Pembicaraan antara ahli Rusia dan AS ahli terus berlangsung di Jenewa. "Ada beberapa kemajuan, tetapi tidak ada kesepakatan," tegasnya.
Kelompok pemberontak di Aleppo sendiri mengatakan mereka belum menanggapi proposal tersebut yang ditawarkan oleh AS.
Pejabat pemberontak Suriah mengatakan bahwa proposal telah diajukan oleh kedua negara untuk pemberontak meninggalkan Aleppo dengan keluarga mereka dan warga sipil. Rusia menjamin perjalanan yang aman bagi mereka ke tempat yang diinginkan.
Baca juga:
Pemberontak Suriah Terima Proposal AS untuk Tinggalkan Aleppo
"Apa Barat selalu melaporkan tidak sesuai dengan kenyataan," kata Ryabkov sembari menambahkan bahwa Rusia sedang bekerja untuk menciptakan kondisi yang diperlukan untuk ekstraksi yang aman bagi orang-orang dari Aleppo.
"Masalah militan menarik diri adalah subjek perjanjian terpisah. Perjanjian ini belum tercapai, terutama karena AS bersikeras untuk hal yang tidak dapat diterima," katanya seperti dikutip dari Reuters, Senin (12/12/2016).
Ryabkov mengatakan tidak ada diskusi tentang kesepakatan bersama dengan AS terkait Suriah yang selanjutnya akan dianggap sebagai oposisi. Pembicaraan antara ahli Rusia dan AS ahli terus berlangsung di Jenewa. "Ada beberapa kemajuan, tetapi tidak ada kesepakatan," tegasnya.
Kelompok pemberontak di Aleppo sendiri mengatakan mereka belum menanggapi proposal tersebut yang ditawarkan oleh AS.
(ian)