Tembus Pertahanan Militer Suriah, ISIS Kembali Masuki Palmyra
Minggu, 11 Desember 2016 - 05:38 WIB
Tembus Pertahanan Militer Suriah, ISIS Kembali Masuki Palmyra
A
A
A
AMMAN - Pasukan ISIS dilaporan berhasil menembus pertahanan militer Suriah di kota Palmyra, Sabtu (10/12). Serangan mendadak ISIS itu membuat pasukan Suriah kelabakan. Akibatnya, sebagian wilayah kota kuno yang terletak di timur Suriah itu kembali jatuh ke tangan ISIS.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris menyatakan keprihatinan atas keselamatan warga sipil di dalam kota Palmyra. Pasalnya, banyak warga sipil Palmyra yang menjadi pendukung rezim Presiden Bashar al-Assad.
“Pasukan ISIS telah kembali memasuki kota kuno yang terkenal di gurun Suriah, Palmyra. Delapan bulan lalu, mereka sudah terusir dari sini (Palmyra),” kata Kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Rami Abdel Rahman.
Pada Mei tahun lalu, ISIS berhasil merebut beberapa kota di Provinsi Homs, termasuk Palmyra, yang ada di daftar warisan dunia UNESCO. Di Palmyra, ISIS menimbulkan kerusakan parah di banyak situs kuno.
Seperti dilaporkan Reuters, militer Suriah sebelumnya mengaku telah mengirim bala bantuan ke Palmyra untuk membantu mempertahankan kota itu. Beberapa pasukan dipindahkan dari Aleppo untuk memperkuat pertahanan di Palmyra. “Saat ini, pasukan Suriah masih terlibat pertempuran dengan ISIS di sejumlah wilayah Palmyra,” lanjut Rahman.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris menyatakan keprihatinan atas keselamatan warga sipil di dalam kota Palmyra. Pasalnya, banyak warga sipil Palmyra yang menjadi pendukung rezim Presiden Bashar al-Assad.
“Pasukan ISIS telah kembali memasuki kota kuno yang terkenal di gurun Suriah, Palmyra. Delapan bulan lalu, mereka sudah terusir dari sini (Palmyra),” kata Kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Rami Abdel Rahman.
Pada Mei tahun lalu, ISIS berhasil merebut beberapa kota di Provinsi Homs, termasuk Palmyra, yang ada di daftar warisan dunia UNESCO. Di Palmyra, ISIS menimbulkan kerusakan parah di banyak situs kuno.
Seperti dilaporkan Reuters, militer Suriah sebelumnya mengaku telah mengirim bala bantuan ke Palmyra untuk membantu mempertahankan kota itu. Beberapa pasukan dipindahkan dari Aleppo untuk memperkuat pertahanan di Palmyra. “Saat ini, pasukan Suriah masih terlibat pertempuran dengan ISIS di sejumlah wilayah Palmyra,” lanjut Rahman.
(esn)