Rusia Tes Drone Selam yang Mampu Bawa Bom Nuklir Dahsyat

Jum'at, 09 Desember 2016 - 08:43 WIB
Rusia Tes Drone Selam...
Rusia Tes Drone Selam yang Mampu Bawa Bom Nuklir Dahsyat
A A A
WASHINGTON - Para pejabat Pentagon mengkonfirmasi bahwa Rusia telah melakukan uji coba drone selam revolusioner yang jadi ancaman strategis bagi Amerika Serikat (AS). Drone selam itu disebut Pentagon mampu membawa bom termonuklir dahsyat.

Uji coba drone sealam revolusioner Rusia itu diam-diam dipantau badan-badan intelijen AS. Pentagon memberi nama kode “Kanyon” untuk kendaraan bawah air Rusia yang diuji coba.

Menurut seorang pejabat Pentagon yang mengetahui perihal tes tersebut, drone revolusioner Rusia diluncurkan dari kapal selam Sarov-class pada 27 November 2016. Namun, Pentagon tidak merinci soal lokasi tes dan hasilnya.

Juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis menolak berkomentar banyak soal manuver berbahaya Rusia ini. ”Kami terus memantau perkembangan militer Rusia di bawah laut, tapi kami tidak akan berkomentar secara khusus tentang mereka,” kata Davis, yang dilansir Jumat (9/12/2016).

Pengembangan drone selam baru Rusia pertama kali diungkap oleh Washington Free Beacon pada bulan September 2015 dan kemudian dikonfirmasi oleh militer Rusia dua bulan kemudian. Para pejabat Rusia mengatakan pengungkapan program rahasia itu sebagai tindakan kekeliruan.

Rusia menamai program pengembangan kendaraan tanpa awak itu sebagai "Ocean Multipurpose System 'Status-6'". Pengembangnya adalah biro desain TsKB MT Rubin Rusia, entitas industri pertahanan yang membangun semua kapal selam Rusia.

Badan-badan intelijen AS memperkirakan Kanyon Rusia akan dilengkapi dengan hulu ledak nuklir berskala multi-megaton. Satu megaton bom tersebut setara dengan satu juta ton TNT. Sekadar diketahui, bom atom yang dijatuhkan AS di Hiroshima di masa lalu berkekuatan 16 kiloton.

Status-6 Rusia juga diduga mampu melakukan perjalanan bawah laut untuk jarak ke 6.200 mil. Drone selam Rusia ini, menurut laporan Washington Free Beacon dapat menenggelamkan diri hingga kedalaman 3.280 kaki pada kecepatan hingga 56 knot.
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
7 menit yang lalu
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
9 menit yang lalu
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
41 menit yang lalu
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
54 menit yang lalu
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
1 jam yang lalu
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
1 jam yang lalu
Infografis
2 Jet Tempur Asing Bawa...
2 Jet Tempur Asing Bawa Bom Nuklir Terbang di Atas AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved