Taliban dan Rusia Ingin Berangus AS di Afghanistan
Kamis, 08 Desember 2016 - 16:45 WIB
Taliban dan Rusia Ingin Berangus AS di Afghanistan
A
A
A
KABUL - Hubungan Rusia dengan militan Taliban selalu kuat dan bekas negara Soviet itu inging memberangus Amerika Serikat (AS) secapat mungkin. Begitu pernyataan yang dikeluarkan seorang pejabat senior kelompok pemberontak Afghanistan itu.
Pernyataan ini muncul setelah seorang komandan militer AS menyatakan kekhawatirannya terkait dukungan kuat Rusia untuk Taliban. Menurut pejabat senior tersebut, Taliban telah memiliki kontak yang signifikan dengan Moskow sejak tahun 2007.
"Kami memiliki musuh bersama. Kami membutuhkan dukungan untuk menyingkirkan AS dan sekutunya di Afghanistan dan Rusia ingin semua pasukan asing meninggalkan Afghanistan secepat mungkin," katanya seperti dikutip dari Express, Kamis (8/12/2016).
Jenderal John Nicolson, komandan top militer AS di Afghanistan, mengatakan dukungan Rusia bagi Taliban mulai menjadi tren baru yang berbahaya seperti Iran dan Pakistan memiliki pengaruh buruk di Afghanistan.
Pernyataan ini pun menuai kecaman dari juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova yang menyatakan tudingan tersebut tidak akurat. "Kami telah berulang kali mengatakan bahwa Rusia tidak melaksanakan setiap pembicaraan rahasia dengan Taliban dan tidak memberikan dengan jenis dukungan".
Zakharova menambahkan Rusia "menikmati" perdamaian yang tengah dinegosiasikan di Afghanistan, yang hanya bisa terjadi dengan mengembangkan kontak dengan semua pelaku termasuk Taliban.
Pernyataan ini muncul setelah seorang komandan militer AS menyatakan kekhawatirannya terkait dukungan kuat Rusia untuk Taliban. Menurut pejabat senior tersebut, Taliban telah memiliki kontak yang signifikan dengan Moskow sejak tahun 2007.
"Kami memiliki musuh bersama. Kami membutuhkan dukungan untuk menyingkirkan AS dan sekutunya di Afghanistan dan Rusia ingin semua pasukan asing meninggalkan Afghanistan secepat mungkin," katanya seperti dikutip dari Express, Kamis (8/12/2016).
Jenderal John Nicolson, komandan top militer AS di Afghanistan, mengatakan dukungan Rusia bagi Taliban mulai menjadi tren baru yang berbahaya seperti Iran dan Pakistan memiliki pengaruh buruk di Afghanistan.
Pernyataan ini pun menuai kecaman dari juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova yang menyatakan tudingan tersebut tidak akurat. "Kami telah berulang kali mengatakan bahwa Rusia tidak melaksanakan setiap pembicaraan rahasia dengan Taliban dan tidak memberikan dengan jenis dukungan".
Zakharova menambahkan Rusia "menikmati" perdamaian yang tengah dinegosiasikan di Afghanistan, yang hanya bisa terjadi dengan mengembangkan kontak dengan semua pelaku termasuk Taliban.
(ian)