Penghitungan Ulang di Pennsylvania Batal

Minggu, 04 Desember 2016 - 09:41 WIB
Penghitungan Ulang di...
Penghitungan Ulang di Pennsylvania Batal
A A A
WASHINGTON - Kandidat presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Hijau, Jill Stein, membatalkan niatnya untuk melakukan penghitungan ulang pemilu presiden di Pennsylvania. Keputusan itu diambil setelah hakim memerintahkan Stein untuk menyetorkan uang sebesar USD1 juta sebagai jaminan.

"Pemohon adalah warga biasa yang hidup sederhana. Mereka tidak mampu untuk menyerahkan uang USD1 juta yang diperlukan oleh pengadilan," ucap seorang pengacara Stein dalam dokumen pengadilan, menurut sebuah email dari juri bicara Sam Scarrow seperti dikutip dari Reuters, Minggu (4/12/2016).

"Yang aneh adalah kita harus melompat melalui lingkaran birokrasi dan mengumpulkan jutaan dolar sehingga kita dapat memercayai hasil pemilu kita?" tulis Stein di akun Twitter-nya.

Sebuah dokumen pengadilan menunjukkan jika tim kampanye Presiden AS terpilih dari Partai Republik, Donald Trump, telah meminta dana USD10 juta sebagai jaminan.

Stein, yang mengumpulkan hanya sekitar 1 persen suara, juga telah berupaya melakukan penghitungan ulang di Michigan dan Wisconsin, mengatakan bahwa dia ingin memastikan integritas dalam sistem pemilu AS.

Trump, yang mengalahkan calon Presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton dalam pemilihan November 8 lalu, menyebut upaya penghitungan ulang adalah sebuah "penipuan."

Baca juga:
Trump Sebut Permintaan Penghitungan Ulang Sebuah Penipuan


Sedangkan tim kampanye Hillary telah mengatakan akan mengambil bagian dalam penghitungan ulang tersebut. Meski begitu, jika semua penghitungan ulang tersebut dilakukan, hasilnya tidak akan mungkin mengubah keseluruhan hasil pemilu.

Baca juga:
Tim Hillary Ikut Bergabung dalam Penghitungan Ulang di Wisconsin


Pemilihan presiden ditentukan oleh Electoral College, atau penghitungan kemenangan dari negara per negara, bukan oleh suara nasional populer atau Popular Vote. Trump melampaui 270 electoral vote yang dibutuhkan untuk menang, dengan 306 suara elektoral.
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Akui Kekalahan dari...
Akui Kekalahan dari Donald Trump di Pilpres AS, Kamala Harris Sampaikan Pidato Konsesi
Berita Terkini
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
1 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
2 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
3 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
5 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved