Terungkap, Wajah Diktator Marcos Berwujud Lilin Selama 23 Tahun

Kamis, 24 November 2016 - 15:34 WIB
Terungkap, Wajah Diktator...
Terungkap, Wajah Diktator Marcos Berwujud Lilin Selama 23 Tahun
A A A
MANILA - Wajah diktator Filipina, Ferdinand Marcos, ternyata berwujud lilin dalam bentuk masker selama 23 tahun atau sejak dia meninggal. Namun, tubuh Marcos diklaim bukan palsu.

Hal itu diungkap pemilik perusahaan pembalasam mayat terkenal di Filipina, Frank Malabed, 66. Perusahannya itu selama ini telah membalsam para politisi top dan selebriti.

Dia mengungkapkan rahasia kondisi jenazah Marcos menyusul pemakaman kontroversial di Makam Pahlawan di Manila pekan lalu.

Pemakaman jenazah memicu spekulasi baru tentang tempat peristirahatan terakhir sang diktator itu. Banyak orang percaya bahwa Marcos diam-diam sudah dimakamkan beberapa tahun yang lalu dan tubuh dipamerkan itu hanya replika lilin.

Tapi Malabed, yang membalsam tubuh Marcos, bersikeras bahwa tubuh sang diktator itu nyata, bukan palsu.

”Wajah yang orang-orang lihat itu lilin. Tapi untuk sisa tubuh tidak ada kebutuhan untuk itu, karena itu berpakaian,” kata Malabed. “Rambut, itu hanya wig,” katanya lagi.

Marcos meninggal di pengasingan di Hawaii pada tahun 1989, tiga tahun setelah gerakan revolusi ”People Power” menggulingkannya.

Para kritikus menyatakan bahwa selama 20 tahun berkuasa, Marcos menjarah kas negara dan memerintahkan penyiksaan dan pembunuhan terhadap ribuan musuhnya.

Tubuh Marcos dibalsem oleh Malabed di Hawaii. Pada tahun 1993 jenazah Marcos diterbangkan ke rumah leluhurnya di Filipina utara. Jasad Marcos saat itu dimasukkan ke dalam peti kaca untuk dilihat masyarakat.

Malabed mengatakan Marcos, yang meninggal akibat komplikasi paru-paru, ginjal dan hati pada usia 72, telah mengalami pembengkakan di tubuhnya karena ada kerusakan jaringan dan saluran darah. Menurutnya, saluran darah dan cairan tubuh Marcos kemudian diganti dengan larutan pengawet.

“Tapi menghasilkan kulit keriput yang tidak terlihat baik,” katanya. ”Madam tidak peduli untuk itu,” imbuh dia mengacu pada janda Marcos, Imelda.

“Dia ingin orang Filipina melihat Presiden Marcos tampak (seperti) sebelumnya, ketika dia masih muda,” lanjut Malabed.

Malabed mengaku menerima tubuh Marcos sudah dibalsam seminggu setelah kematiannya. Tapi, dia harus mengulang prosedur pembalsaman karena wajah Marcos saat itu mulai membengkak dan dia takut jasad Marcos akan membusuk dalam waktu seminggu.

”Saya seorang perfeksionis ketika berbicara tentang pembalsaman," katanya. Dia memberitahu keluarga Marcos, bahwa tubuh sang diktator itu akan utuh selama 30 tahun. ”Saya bangga, karena dia adalah presiden 20 tahun dan bukan orang biasa,” ujar Malabed, seperti dikutip AFP, Kamis (24/11/2016).

Putri sulung diktator Marcos, Imee, yang merupakan juru bicara resmi keluarga, tidak menanggapi permintaan komentar. Tapi hari sebelum pemakaman, Imee mengatakan kepada stasiun televisi ABS-CBN bahwa tubuh mendiang ayahnya nyata.”Meskipun semua jenis prosedur, semua jenis bahan kimia telah digunakan kepadanya,” ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
Berita Terkini
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
51 menit yang lalu
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
2 jam yang lalu
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
4 jam yang lalu
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
5 jam yang lalu
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
6 jam yang lalu
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
7 jam yang lalu
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved