Parlemen Eropa Tuduh Rusia Umbar Propaganda Perang, Putin Tersinggung

Kamis, 24 November 2016 - 10:35 WIB
Parlemen Eropa Tuduh...
Parlemen Eropa Tuduh Rusia Umbar Propaganda Perang, Putin Tersinggung
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia, Vladmir Putin, tersinggung dengan tuduhan parlemen Uni Eropa bahwa Rusia melalui medianya mengumbar “propaganda perang”. Putin membalasnya dengan menyebut negara-negara Barat telah mengalami degradasi demokrasi.

Parlemen Uni Eropa dalam laporannya juga menyerukan negara-negara Eropa melawan propaganda Rusia itu. Parlemen Uni Eropa juga mengecam dukungan pasukan Rusia anti-Eropa terhadap kelompok-kelompok ekstrem kanan.

Selain itu, parlemen Uni Eropa juga menuduh media-media Rusia menyebarkan informasi palsu. ”Parlemen Eropa mengungkapkan kritik yang kuat dari upaya Rusia untuk mengganggu proses integrasi Uni Eropa,” bunyi pernyataan poin-poin yang dibacakan perleman Uni Eropa.

”(Ini) disesalkan, dalam hal ini, dukungan pasukan Rusia anti-Uni Eropa di Uni Eropa, khususnya kepada pihak ekstrem kanan, pasukan populis dan gerakan yang menolak nilai-nilai dasar demokrasi liberal,” lanjut pernyataan itu, seperti dikutip Reuters, Kamis (24/11/2016).

Hubungan Rusia dan negara-negara Barat memanas sejak Moskow menganeksasi Crimea yang melepaskan diri dari Ukraina pada 2014. Dalam laporannya, parlemen Uni Eropa menuduh Kremlin mendanai media untuk menyebarkan kebohongan dan mensponsori gerakan Eurosceptic di Eropa Barat yang tumbuh kuat.

Namun, Putin tak terima dengan tuduhan parlemen Uni Eropa. Menurutnya, apa yang dikerjakan media adalah bagian dari gerakam demokrasi. Putin menuduh balik Uni Eropa berupaya membungkam perbedaan pendapat.

”Kami mengamati tertentu, cukup jelas, bagaimana degradasi demokrasi dipahami dalam masyarakat Barat,” kata Putin. ”Dalam hal ini, khususnya di Parlemen Eropa,” katanya lagi.

Sementra itu, Jean-Luc Schaffhauser, yang berbicara untuk Front Nasional Prancis yang dipimpin Marine Le Pen, menyebut laporan parlemen Uni Eropa sebagai propaganda bohong.

Le Pen telah meraih popularitas dalam jajak pendapat sebelum pemilihan presiden bulan April. Para lawan politiknya menuduh Front Nasional Prancis sebagai “bank Rusia” untuk mendanai kelompok anti-imigrasi, partai anti-Uni Eropa-nya.

Le Pen pada pekan lalu mengatakan bahwa dia akan membentuk trio dengan Putin dan presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk mewujudukan perdamaian dunia.

Partai Kemerdekaan Inggris (UKIP) dan gerakan Eurosceptic 5-Star Italia juga menentang laporan parlemen Uni Eropa.
(mas)
Berita Terkait
Kacaukan Logistik Pasukan...
Kacaukan Logistik Pasukan Rusia, Ukraina Rusak Jembatan di Wilayah Selatan
Serangan terbaru Rusia...
Serangan terbaru Rusia Menewaskan 320 Nasionalis Ukraina
Lavrov Tuding UE Ingin...
Lavrov Tuding UE Ingin Putus Hubungan dengan Rusia
Hongaria Ungkap Musuh...
Hongaria Ungkap Musuh Sejati Uni Eropa
Negara-negara UE Dorong...
Negara-negara UE Dorong Sanksi Baru untuk Rusia
Uni Eropa Siapkan Paket...
Uni Eropa Siapkan Paket Sanksi Baru untuk Rusia
Berita Terkini
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
1 jam yang lalu
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
2 jam yang lalu
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
3 jam yang lalu
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
4 jam yang lalu
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
12 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
14 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved