Polling: Warga AS Minta Trump Fokus pada Masalah Kesehatan

Jum'at, 18 November 2016 - 08:30 WIB
Polling: Warga AS Minta...
Polling: Warga AS Minta Trump Fokus pada Masalah Kesehatan
A A A
NEW YORK - Kesehatan menjadi masalah utama yang diinginkan oleh warga Amerika Serikat (AS) untuk diatasi oleh presiden terpilih Donald Trump dalam 100 pertamanya di Gedung Putih. Demikian hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada hari Kamis. Hasil polling ini pun menjadi teguran keras atas reformasi kesehatan Presiden Baracak Obama, Obamacare.

Sebanyak 21 persen warga AS menginginkan Trump fokus pada sistem kesehatan saat ia duduk di Gedung Putih pada 20 Januari nanti, menurut survei yang dilakukan pada 9-14 November. Survei dilakukan seminggu setelah Partai Republik memenangkan pemilihan presiden AS seperti dikutip dari Reuters, Jumat (18/11/2016).

Sementara permasalahan pekerjaan menjadi permasalahan kedua yang harus dipecahkan oleh Trump dengan 16 persen. Sedangkan imigrasi ditempat ketiga dengan 14 persen dan permasalahan ras ditempat berikutnya dengan 11 persen.

Jajak pendapat ini menunjukkan apa yang menjadi prioritas warga AS terhadap presiden baru, tetapi tidak menilai apa yang harus dilakukannya. Sebuah survei terpisah yang dilakukan Kaiser Health Tracking Poll pada akhir Oktober menunjukkan warga AS menginginkan resep obat yang murah dan akses ke jaringan dokter dan rumah sakit yang lebih besar. Hanya minoritas, 37 persen, yang ingin mencabut Obamacare, sebagaimana yang dijanjikan Trump saat kampanye.

Undang-undang Kesehatan Terjangkau yang disahkan oleh Obama pada 2010 telah memperluas cakupan bagi 25 juta orang. Namun hukum telah melemahkannya melalui berbagai tantangan. Beberapa perusahaan asuransi kesehatan terbesar telah menarik diri dari bursa asuransi setelah kehilangan uangnya, dan premi asuransi meningkat bagi mereka yang tidak menerima subsidi asuransi pemerintah.

Trump telah berjanji untuk mencabut Obamacare dengan "sesuatu yang lebih efektif," meskipun ia belum mewujudkan apa yang diusulkannya. Hal ini ditambah dengan tidak jelasnya seberapa cepat administrasi Trump dan Kongres yang dikuasai Partai Republik bisa mengubah undang-undang.

Obama pada pekan ini mengatakan ia akan mendukung rencana Trump jika meningkatkan sistem kesehatan sementara mengasuransikan jumlah yang sama dari orang.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
38 menit yang lalu
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
1 jam yang lalu
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
2 jam yang lalu
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
3 jam yang lalu
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
4 jam yang lalu
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
4 jam yang lalu
Infografis
Trump Frustrasi pada...
Trump Frustrasi pada Zelensky: Dia Bisa Kehilangan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved