Kapal Induk Rusia Luncurkan Serangan Besar-besaran di Suriah

Rabu, 16 November 2016 - 00:27 WIB
Kapal Induk Rusia Luncurkan...
Kapal Induk Rusia Luncurkan Serangan Besar-besaran di Suriah
A A A
MOSKOW - Kapal induk Rusia Admiral Kuznetsov yang memimpin armada tempur Moskow di Laut Mediterania untuk pertama kalinya meluncurkan serangan besar-besaran terhadap posisi kelompok teroris di Provinsi Idlib dan Homs, Suriah pada hari Selasa. Menteri Pertahanan Rusia, Sergey Shoigu, mengatakan posisi kelompok teroris ISIS dan Al-Nusra yang jadi target serangan besar-besaran militer Rusia.

”Hari ini (kemarin) pukul 10.30 dan 11.00, kami meluncurkan operasi besar-besaran terhadap posisi kelompok teroris ISIS dan Al-Nusra di Provinsi Idlib dan Homs,” kata Shoigu pada pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan para pejabat senior Angkatan Bersenjata Rusia.

Shoigu membenarkan kapal induk Admiral Kuznetsov untuk pertama kalinya ambil bagian dalam operasi militer di Suriah. Pesawat jet tempur Su-33 yang meluncur dari dek kapal induk Rusia tersebut juga ikut membombardir posisi kelompok teroris di dua provinsi di Suriah.

Shoigu melanjutkan, posisi teroris ISIS dan al-Nusra sudah terkena rudal jelajah dari kapal perang Admiral Grigorovich. Serangan juga ditargetkan pada pabrik dan depot senjata yang dioperasikan kelompok jihadis di Suriah.

”Sasaran utama dari serangan ini adalah gudang dengan amunisi, pertemuan (teroris) dan pusat pelatihan teroris, serta pabrik untuk produksi berbagai jenis senjata pemusnah massal,” ujar Shoigu, seperti dikutip Russia Today.

Dia menekankan bahwa kelompok teroris di Suriah memiliki pabrik-pabrik untuk memproduksi senjata. "Pabrik mereka, bukan lokakarya, lebih khusus pabrik untuk memproduksi segala macam senjata pemusnah massal,” kata Shoigu.

”Jelas, ini adalah produksi dari industri mapan, ini adalah target untuk serangan hari ini. Dan (serangan terhadap) mereka akan terus berlanjut,” imbuh Menteri Pertahanan Rusia ini. Sebelum meluncurkan serangan besar-besaran, Rusia sudah menentukan target melalui data pengintaian.

Juru bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, juga mengkonfirmasi operasi militer besar-besaran yang dimulai pada hari Selasa kemarin. Menurut Peskov, wilayah Aleppo belum masuk dalam target serangan.

”Aleppo belum disebutkan dalam laporan menteri pertahanan, melainkan daerah lain yang (Provinsi) Homs dan Idlib,” ujar Peskov.
(mas)
Berita Terkait
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Rusia Pulangkan 145...
Rusia Pulangkan 145 Anak Militan ISIS dari Suriah dan Irak
10 Negara Asal Serdadu...
10 Negara Asal Serdadu ISIS Terbanyak, Rusia Capai 5.000 Orang
Daftar Negara Asia Tengah...
Daftar Negara Asia Tengah dengan Jumlah Militan ISIS Terbanyak
Diburu Pasukan Pemerintah,...
Diburu Pasukan Pemerintah, Loyalis Bashar Al Assad Bersembunyi di Pangkalan Udara Rusia
Intel Asing Rusia: AS...
Intel Asing Rusia: AS Ingin Gunakan Militan Suriah untuk Culik Tentara Rusia dan Iran
Berita Terkini
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
1 jam yang lalu
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
3 jam yang lalu
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
4 jam yang lalu
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
5 jam yang lalu
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
6 jam yang lalu
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
7 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved