Diduga Terima Suap, Menteri Ekonomi Rusia Ditahan

Selasa, 15 November 2016 - 10:15 WIB
Diduga Terima Suap,...
Diduga Terima Suap, Menteri Ekonomi Rusia Ditahan
A A A
MOSKOW - Menteri Ekonomi Rusia, Alexey Ulyukaev, telah ditahan dan sedang diselidiki atas dugaan suap. Komite Investigasi Rusia mengatakan Ulyukaev diduga telah menerima uang USD2 juta yang memungkinkan perusahaan minyak Rosneft membeli Bashneft.

"Direktorat Penyelidikan Kasus Prioritas Tinggi dari Komite Investigasi Rusia telah membuka penyelidikan kriminal terhadap Menteri Ekonomi Alexey Ulyukaev. Penyelidikan ini terkait uang senilai USD2 juta yang diterima Menteri Ekonomi Alexey Ulyukaev pada 14 November 2016 setelah memberikan penilaian positif yang diberikan oleh Kementerian Ekonomi, yang memungkinkan Rosneft untuk membeli 50 persen saham Bashneft," bunyi pernyataan Komite Investigasi.

Pihak komite juga mengatakan bahwa perwakilan Rosneft dipaksa dan diancam untuk memberikan suap. Menurut Komite Investigasi, Ulyukaev ditangkap pada saat menerima suap seperti dikutip dari Sputniknews, Selasa (15/11/2016).

Terkait masalah ini, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa tuduhan terhadap menteri ekonomi yang sangat serius. "Ini adalah malam luar sana. Saya tidak tahu apakah ini telah dilaporkan kepada presiden. Ini adalah tuduhan yang sangat serius yang perlu bukti serius. Dalam kasus apapun, keputusan dapat diambil oleh pengadilan saja," kata Peskov.

Tidak ada komentar dari Kementerian Pembangunan Ekonomi. Sedangkan perwakilan Rosneft menolak untuk mengomentari penyelidikan Menteri Ekonomi Rusia dan menekankan keabsahan dari kesepakatan dengan Bashneft.

"Perusahaan tidak mengomentari tindakan Komite Investigasi. Saham Bashneft dibeli sesuai dengan undang-undang Rusia berdasarkan penawaran terbaik komersial ke bank," wakil dari perusahaan.

Pernyataan ini pun mendapat dukungan dari Komite Investigasi Rusia. "Penjualan saham Bashneft dilakukan sesuai dengan hukum dan bukan subjek penyelidikan ini," kata Svetlana Petrenko dari biro pers Komite Investigasi.
(ian)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
48 menit yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
1 jam yang lalu
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
1 jam yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
2 jam yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
3 jam yang lalu
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
3 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved