Abbas Serukan Trump Terapkan Solusi Dua Negara
Sabtu, 12 November 2016 - 04:42 WIB
Abbas Serukan Trump Terapkan Solusi Dua Negara
A
A
A
RAMALLAH - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyerukan kepada presiden Amerika Serikat (AS) terpilih, Donald Trump, untuk menerapkan solusi dua-negara. Hal itu dalam rangka mencapai perdamaian di Timur Tengah.
"Pemilihan Trump adalah urusan AS dan kita telah mengikuti proses pemilihan selama lebih dari setahun," kata Abbas dalam sebuah konferensi pers setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Rusia Dmitri Medvedev di kota Tepi Barat Jericho.
"Apa yang kita minta untuk dia lakukan adalah menerima dan bekerja melaksanaan solusi dua negara dengan pembentukan negara Palestina hidup dalam damai di samping negara Israel," tambahnya seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (12/11/2016).
Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai posisinya dalam kasus ia diundang oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengadakan perundingan bilateral langsung, Abbas mengatakan "kami telah dan masih, siap untuk melakukan pembicaraan langsung dengan pihak Israel."
"Netanyahu harus memahami bahwa jika ia tidak percaya pada solusi dua negara tidak akan ada perdamaian, dan kami ingin dia mendukung solusi dua negara di perbatasan tahun 1967. Jika ia mengatakan mungkin, maka segala sesuatu akan mungkin," sambungnya.
Pembicaraan perdamaian antara Palestina dan Israel telah terhenti sejak April 2014. Pembicaraan yang disponsori AS berlangsung selama sembilan bulan tidak mencapai hasil yang nyata.
"Pemilihan Trump adalah urusan AS dan kita telah mengikuti proses pemilihan selama lebih dari setahun," kata Abbas dalam sebuah konferensi pers setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Rusia Dmitri Medvedev di kota Tepi Barat Jericho.
"Apa yang kita minta untuk dia lakukan adalah menerima dan bekerja melaksanaan solusi dua negara dengan pembentukan negara Palestina hidup dalam damai di samping negara Israel," tambahnya seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (12/11/2016).
Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai posisinya dalam kasus ia diundang oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengadakan perundingan bilateral langsung, Abbas mengatakan "kami telah dan masih, siap untuk melakukan pembicaraan langsung dengan pihak Israel."
"Netanyahu harus memahami bahwa jika ia tidak percaya pada solusi dua negara tidak akan ada perdamaian, dan kami ingin dia mendukung solusi dua negara di perbatasan tahun 1967. Jika ia mengatakan mungkin, maka segala sesuatu akan mungkin," sambungnya.
Pembicaraan perdamaian antara Palestina dan Israel telah terhenti sejak April 2014. Pembicaraan yang disponsori AS berlangsung selama sembilan bulan tidak mencapai hasil yang nyata.
(ian)