PM Irak Sebut Mosul Akan Segera Dibebaskan dari ISIS
Minggu, 06 November 2016 - 12:14 WIB
PM Irak Sebut Mosul Akan Segera Dibebaskan dari ISIS
A
A
A
BAGHDAD - Perdana Menteri Irak kembali memperingatkan militan Negara Islam (ISIS) yang bertempur di Mosul untuk meletakkan senjata jika mereka ingin hidup. Hal itu diungkapkan Haider al-Abadi saat melakukan kunjungan ke garis depan pasukan pemerintah Irak di sebelah timur Mosul.
Baca juga:
PM Irak kepada ISIS: Menyerah atau Mati!
"Pesan saya kepada ISIS, jika mereka ingin menyelamatkan nyawa mereka, mereka harus meletakkan senjata mereka sekarang," katanya lagi.
"Pasukan pemerintah tidak akan mundur dan tidak dikalahkan. Kami akan segera membebaskan Anda," kata al-Abadi seolah mengirim pesan kepada warga Mosul seperti dikutip dari laman BBC, Minggu (6/11/2016).
Pasukan pemerintah Irak pada hari Sabtu telah menguasai sebuah kota, Hammam al-Alil, sekitar 15 km sebelah selatan Mosul meskipun mendapat perlawanan sengit. Letjen Raed Shakir Jawdat mengatakan pasukan keamanan telah mengontrol pusat kota namun ia tidak mengatakan apakah militan ISIS telah diusir keluar sepenuhnya.
Operasi untuk mengambil kembali kendali Mosul terus dilakukan pasukan pemerintah sekaligus mencoba untuk membersihkan distrik-distrik timur, termasuk al-Zahra, yang mereka masuki pada hari Jumat.
Mosul jatuh ke tangan ISIS pada bulan Juni 2014 dan pemimpin mereka, Abu Bakr al-Baghdadi, memilih sebuah masjid di kota itu sebagai tempat untuk menyatakan pembentukan sebuah "khilafah".
Sebelum serangan dimulai pada 17 Oktober, diyakini antara 3.000 dan 5.000 militan ISIS tersisa di Mosul. Mereka hidup bersama dengan 1,5 juta warga sipil.
Baca juga:
PM Irak kepada ISIS: Menyerah atau Mati!
"Pesan saya kepada ISIS, jika mereka ingin menyelamatkan nyawa mereka, mereka harus meletakkan senjata mereka sekarang," katanya lagi.
"Pasukan pemerintah tidak akan mundur dan tidak dikalahkan. Kami akan segera membebaskan Anda," kata al-Abadi seolah mengirim pesan kepada warga Mosul seperti dikutip dari laman BBC, Minggu (6/11/2016).
Pasukan pemerintah Irak pada hari Sabtu telah menguasai sebuah kota, Hammam al-Alil, sekitar 15 km sebelah selatan Mosul meskipun mendapat perlawanan sengit. Letjen Raed Shakir Jawdat mengatakan pasukan keamanan telah mengontrol pusat kota namun ia tidak mengatakan apakah militan ISIS telah diusir keluar sepenuhnya.
Operasi untuk mengambil kembali kendali Mosul terus dilakukan pasukan pemerintah sekaligus mencoba untuk membersihkan distrik-distrik timur, termasuk al-Zahra, yang mereka masuki pada hari Jumat.
Mosul jatuh ke tangan ISIS pada bulan Juni 2014 dan pemimpin mereka, Abu Bakr al-Baghdadi, memilih sebuah masjid di kota itu sebagai tempat untuk menyatakan pembentukan sebuah "khilafah".
Sebelum serangan dimulai pada 17 Oktober, diyakini antara 3.000 dan 5.000 militan ISIS tersisa di Mosul. Mereka hidup bersama dengan 1,5 juta warga sipil.
(ian)