Prancis Tutup 4 Masjid karena Digunakan untuk Sebarkan Ideologi Radikal

Kamis, 03 November 2016 - 06:34 WIB
Prancis Tutup 4 Masjid...
Prancis Tutup 4 Masjid karena Digunakan untuk Sebarkan Ideologi Radikal
A A A
PARIS - Otoritas Prancis telah menutup empat masjid di wilayah Paris karena digunakan untuk menyebarkan ideologi radikal. Prancis yang masih memberlakukan status darurat terus memerangi upaya tumbuhnya radikalisme menyusul serangan teroris.

Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve dalam sebuah pernyataan telah mengeluarkan perintah otorisasi penutupan administrasi empat masjid di Yvelines, Seine-Saint-Denis dan Val-de-Marne, pinggiran Paris.

“Masjid-masjid ditutup di bawah kondisi darurat karena (digunakan) untuk menyebarkan kebencian dan kekerasan,” bunyi pernyataan Kementerian Dalam Negeri Prancis.

“Di bawah kedok upacara ritual, tempat-tempat ini (merahasikan) pertemuan yang bertujuan untuk mempromosikan ideologi radikal, (yang) bertentangan dengan nilai-nilai dari Republik (Perancis) dan dapat menimbulkan risiko serius bagi keamanan dan ketertiban umum,” lanjut kementerian itu, seperti dikutip Russia Today, Kamis (3/11/2016).

Cazeneuve juga menegaskan kembali komitmennya untuk memungkinkan koeksistensi damai dari semua tempat ibadah sesuai dengan hukum Republik Prancis.”Serta bertekad untuk melindungi warga negara Prancis dan memerangi terorisme dengan segala cara hukum,” imbuh pernyataan tersebut.

Di Val-de-Marne, sebuah sekolah Islam rahasia ditemukan pada akhir Agustus di sebuah masjid yang ditutup pada hari Rabu kemarin. Dua belas orang yang hadir sekolah itu dihukum pada bulan April atas tuduhan memiliki hubungan dengan kelompok radikal di Suriah.

Sebelumnya, pemerintah di sebuah wilayah di Paris mengumumkan bahwa masjid di Yvelines memiliki hubungan dengan gerakan Salafi yang menganjurkan penerapan hukum Islam yang ketat dan menyerukan diskriminasi, kebencian dan kekerasan.

Pada bulan Agustus lalu, Cazeneuve mengatakan bahwa pihak berwenang Prancis telah menutup sekitar 20 masjid dan ruang ibadah yang dianggap menyebarkan ideologi radikal sejak Desember 2015. ”Tidak ada tempat di Prancis bagi mereka yang menyerukan dan menghasut kebencian di ruang doa atau di masjid-masjid ,” katanya pada saat itu yang diikuti dengan perintah penutupan.
(mas)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 menit yang lalu
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
41 menit yang lalu
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
1 jam yang lalu
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
2 jam yang lalu
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
3 jam yang lalu
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
4 jam yang lalu
Infografis
Israel akan Copot Pengeras...
Israel akan Copot Pengeras Suara untuk Azan di Masjid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved