Utusan PBB Syok Serangan Pemberontak Suriah Targetkan Warga Sipil
Senin, 31 Oktober 2016 - 01:59 WIB
Utusan PBB Syok Serangan Pemberontak Suriah Targetkan Warga Sipil
A
A
A
NEW YORK - Utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura mengaku ngeri dan syok mengetahui pemberontak di Aleppo menargetkan warga sipil. Pemberontak Suriah diketahui tengak melancarkan serangan untuk mematahkan pengepungan yang dilakukan oleh pasukan pemerintah.
"Serangan roket tanpa henti dan tanpa pandang bulu telah membunuh sejumlah warga sipil di Aleppo barat dalam 48 jam terakhir. Serangan tersebut bisa merupakan kejahatan perang," kata de Mistura seperti dikutip dari BBC, Senin (31/10/2016).
Pada hari Jumat, kelompok pemberontah Suriah mulai melakukan serangan yang bertujuan mematahkan pengepungan pasukan pemerintah di Aleppo timur. Setidaknya 275 ribu orang telah terkepung di Aleppo timur selama berbulan-bulan.
Baca juga:
Hancurkan Pengepungan, Pemberontak Suriah Luncurkan Serangan Balik
Para aktivis mengatakan lebih dari 40 warga sipil dilaporkan tewas di Aleppo barat sejak serangan pemberontak dimulai. Observatorium Suriah untuk HAM yang berbasis di Inggris mengatakan 16 anak-anak tewas. Serangan juga menewaskan 55 tentara dan 64 pemberontak. Belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah korban.
Kelompok pemberontak Suriah dilaporkan telah berada di garis depan untuk memulai serangan baru. Mereka termasuk kelompok Jabhat Fateh al-Sham, yang sebelumnya bernama Front al-Nusra dan berafiliasi dengan Al-Qaeda, dan Ahrar al-Sham.
Ini adalah usaha kedua pemberontak untuk mematahkan pengepungan Aleppo. Pada bulan Agustus lalu, mereka berhasil membuka sementara koridor antara timur dan barat untuk pertama kalinya setelah dikepung oleh pasukan pemerintah sejak bulan Juli.
Kota Aleppo sebelumnya adalah pusat ekonomi Suriah dan kini telah terbagi menjadi dua dimana masing-masing diduduki kedua belah pihak yang berperang sejak 2012.
"Serangan roket tanpa henti dan tanpa pandang bulu telah membunuh sejumlah warga sipil di Aleppo barat dalam 48 jam terakhir. Serangan tersebut bisa merupakan kejahatan perang," kata de Mistura seperti dikutip dari BBC, Senin (31/10/2016).
Pada hari Jumat, kelompok pemberontah Suriah mulai melakukan serangan yang bertujuan mematahkan pengepungan pasukan pemerintah di Aleppo timur. Setidaknya 275 ribu orang telah terkepung di Aleppo timur selama berbulan-bulan.
Baca juga:
Hancurkan Pengepungan, Pemberontak Suriah Luncurkan Serangan Balik
Para aktivis mengatakan lebih dari 40 warga sipil dilaporkan tewas di Aleppo barat sejak serangan pemberontak dimulai. Observatorium Suriah untuk HAM yang berbasis di Inggris mengatakan 16 anak-anak tewas. Serangan juga menewaskan 55 tentara dan 64 pemberontak. Belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah korban.
Kelompok pemberontak Suriah dilaporkan telah berada di garis depan untuk memulai serangan baru. Mereka termasuk kelompok Jabhat Fateh al-Sham, yang sebelumnya bernama Front al-Nusra dan berafiliasi dengan Al-Qaeda, dan Ahrar al-Sham.
Ini adalah usaha kedua pemberontak untuk mematahkan pengepungan Aleppo. Pada bulan Agustus lalu, mereka berhasil membuka sementara koridor antara timur dan barat untuk pertama kalinya setelah dikepung oleh pasukan pemerintah sejak bulan Juli.
Kota Aleppo sebelumnya adalah pusat ekonomi Suriah dan kini telah terbagi menjadi dua dimana masing-masing diduduki kedua belah pihak yang berperang sejak 2012.
(ian)