Mengaku Diancam Dibunuh Tuhan, Duterte Berhenti Mengumpat

Jum'at, 28 Oktober 2016 - 14:38 WIB
Mengaku Diancam Dibunuh...
Mengaku Diancam Dibunuh Tuhan, Duterte Berhenti Mengumpat
A A A
DAVAO - Presiden Filipina Rodrigo Duterte membuat wartawan terkejut pada Kamis malam setelah dia mengatakan akan berhenti mengumpat orang mulai dari sekarang. Duterte mengaku sudah diancam akan dibunuh oleh Tuhan jika dia tidak berhenti mengumpat.

Presiden yang mengobarkan perang melawan narkoba di Filipina ini telah jadi berita utama dunia karena mengumbar kata-kata kotor terhadap sejumlah pihak. Duterte pernah menyebut Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, sebagai “anak pelacur” karena kesal dengan AS yang mengusik perang melawan narkoba di Filipina dengan tuduhan melanggar hak asasi manusia.

Janji untuk berhenti mengumpat disampaikan Duterte saat tiba di Davao City setelah tiga hari berkunjung ke Jepang. Saat naik pesawat dari Jepang untuk pulang ke Filipina, dia mengaku diancam Tuhan akan dibunuh dengan cara pesawat dijatuhkan.

”Saya melihat langit saat saya datang ke sini. Dan saya (melihat) semua orang tidur mendengkur. Sebuah suara yang terdengar mengatakan; 'Jika Anda tidak berhenti (mengumpat), saya akan membawa pesawat ini jatuh sekarang’. Dan saya bertanya, siapa ini? Tentu saja, ini Tuhan. Oh, OK. Jadi, saya berjanji kepada Tuhan untuk tidak mengungkapkan kata-kata makian,” kata Duterte seperti dikutip GMA News, Jumat (28/10/2016).

”Sebuah janji kepada Tuhan adalah janji kepada rakyat Filipina,” katanya lagi.

Namun, ketika ditanya apakah dia akan berhenti memaki AS, Uni Eropa atau senator de Lima yang vokal mengkritiknya. Duterte menjawab; ”Selalu ada waktu ada waktu untuk menjadi bermulut kotor, saya tidak suka ada yang membaca pikiran saya. Ini semua dikalibrasi, ini selalu soal waktu. Watch out untuk satu hal, itulah yang saya pelajari, salah perhitungan.”

Sesuai dengan janjinya, Duterte tidak menggunakan kata-kata makian ketika berinteraksi dengan media. Sementara itu, Gedung Putih telah memberi sinyal bahwa pertemuan antara Duterte dan Obama bisa berlangsung selama KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Peru.

Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, mengatakan bahwa dia tidak akan mengesampingkan kemungkinan pertemuan bilateral antara Obama dan Duterte di sela-sela KTT APEC yang akan berlangsung November nanti. ”Tapi kita sudah mengesampingkan pertemuan sebelumnya dengan Presiden Duterte dalam waktu singkat,” kata Earnest, mengacu pada pertemuan Obama dan Duterte yang batal di forum KTT ASEAN beberapa waktu lalu.
(mas)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Filipina Sebut Pelaku...
Filipina Sebut Pelaku Pemboman di Jolo 2 Wanita, Salah Satunya WNI
Berita Terkini
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
59 menit yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
2 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
3 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
3 jam yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
4 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
6 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved