Sebut Praduga Bodoh, Putin Bersumpah Tak Perang Lawan Eropa
Jum'at, 28 Oktober 2016 - 13:37 WIB
Sebut Praduga Bodoh, Putin Bersumpah Tak Perang Lawan Eropa
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam praduga siapa pun yang menyebut Rusia mempersiapkan perang dengan Barat. Putin menyebutnya sebagai praduga “bodoh” dan bersumpah tidak akan menyerang Eropa.
Pernyataan pemimpin Kremlin ini disampaikan di Vadai Club, kemarin. ”Rusia menghargai kemerdekaan dan identitas diri,” katanya. ”Kami tidak ingin mendominasi dunia atau ekspansi atau konfrontasi dengan siapa pun,” lanjut Putin.
Presiden Putin lantas menyindir negara-negara demokrasi Barat uang memaksa dunia untuk melayani mereka. ”Kami telah melihat beberapa negara mendorong globalisasi hanya untuk melayani mereka, tetapi tidak semua negara,” ujarnya.
Putin, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (28/10/2016), mengisyaratkan bahwa beberapa negara Barat menggunakan ancaman serangan dari Rusia untuk mengalihkan perhatian warganya dari masalah di dalam negeri.
Praduga bahwa Rusia mempersiapkan diri untuk Perang Dunia III melawan Amerika Serikat (AS) atau bahkan perang nuklir sudah bermunculan di media-media Barat. Praduga itu tak lepas dari kegiatan militer Rusia dalam beberapa pekan ini yang mengejutkan Barat.
Seperti diketahui, Rusia sudah mengerahkan rudal nuklir Iskander-M ke Kaliningrad yang berbatasan langsung dengan negara-negara NATO di Baltik. Militer Rusia menegaskan, pengerahan rudal itu hanya untuk latihan dan sudah rutin dilakukan.
Rusia belum lama ini juga menggelar latihan perang nuklir yang melibatkan sekitar 40 juta orang di Moskow. Latihan ini berupa evakuasi massal di bunker anti-nuklir untuk mengantisipasi dampak jika perang nuklir pecah.
Kemudian yang terbaru, Rusia meluncurkan rudal SR-18 dengan glider hipersonik. Setiap rudal yang ditembakkan dengan glider hipersonik Rusia yang dikenal sebagai "object 4202”, atau Aeroballistic Hypersonic Warhead diklaim akan mengalahkan sistem anti-rudal AS.
Pernyataan pemimpin Kremlin ini disampaikan di Vadai Club, kemarin. ”Rusia menghargai kemerdekaan dan identitas diri,” katanya. ”Kami tidak ingin mendominasi dunia atau ekspansi atau konfrontasi dengan siapa pun,” lanjut Putin.
Presiden Putin lantas menyindir negara-negara demokrasi Barat uang memaksa dunia untuk melayani mereka. ”Kami telah melihat beberapa negara mendorong globalisasi hanya untuk melayani mereka, tetapi tidak semua negara,” ujarnya.
Putin, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (28/10/2016), mengisyaratkan bahwa beberapa negara Barat menggunakan ancaman serangan dari Rusia untuk mengalihkan perhatian warganya dari masalah di dalam negeri.
Praduga bahwa Rusia mempersiapkan diri untuk Perang Dunia III melawan Amerika Serikat (AS) atau bahkan perang nuklir sudah bermunculan di media-media Barat. Praduga itu tak lepas dari kegiatan militer Rusia dalam beberapa pekan ini yang mengejutkan Barat.
Seperti diketahui, Rusia sudah mengerahkan rudal nuklir Iskander-M ke Kaliningrad yang berbatasan langsung dengan negara-negara NATO di Baltik. Militer Rusia menegaskan, pengerahan rudal itu hanya untuk latihan dan sudah rutin dilakukan.
Rusia belum lama ini juga menggelar latihan perang nuklir yang melibatkan sekitar 40 juta orang di Moskow. Latihan ini berupa evakuasi massal di bunker anti-nuklir untuk mengantisipasi dampak jika perang nuklir pecah.
Kemudian yang terbaru, Rusia meluncurkan rudal SR-18 dengan glider hipersonik. Setiap rudal yang ditembakkan dengan glider hipersonik Rusia yang dikenal sebagai "object 4202”, atau Aeroballistic Hypersonic Warhead diklaim akan mengalahkan sistem anti-rudal AS.
(mas)