Gunakan Senjata Kimia, Gedung Putih Kutuk Rezim Assad
Minggu, 23 Oktober 2016 - 12:39 WIB
Gunakan Senjata Kimia, Gedung Putih Kutuk Rezim Assad
A
A
A
WASHINGTON - Gedung Puting mengutuk penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah dalam perang saudara di negara itu. Hal itu didasari hasil penyelidikan internasional yang menyatakan pasukan Suriah bertanggung jawab atas serangan gas beracun ketiga dalam perang sipil Suriah.
"Kami mengutuk dalam istilah terkuat mungkin pembangkangan rezim Assad dari norma global yang berlangsung lama terhadap penggunaan senjata kimia dan pembatalan Suriah dari tanggung jawabnya dalam Konvensi Senjata Kimia, yang bergabung pada 2013," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Ned Price, seperti disitir dari Reuters, Minggu (23/10/2016).
Dalam kesempatan itu, Price juga menyinggung keterlibatan Rusia dalam perang saudara di Suriah. "Dukungan militer dan ekonomi Rusia untuk Suriah memungkinkan rezim Assad untuk melanjutkan kampanye militer terhadap rakyatnya sendiri," kata Price.
Laporan keempat dari penyelidikan selama 13 oleh PBB dan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), global pengawas senjata kimia, menyalahkan pasukan pemerintah Suriah untuk serangan gas beracun di Sarmin, Idlib, pada 16 Maret 2015.
Rezim Assad juga dianggap bertanggung jawab atas serangan gas kloris di Talmenes pada tanggal 21 April 2015. Laporan itu juga menyatakan jika ISIS menggunakan gas belerang mustard dalam serangan di Aleppo, Suriah utara pada 21 Agustus 2015.
"Kami mengutuk dalam istilah terkuat mungkin pembangkangan rezim Assad dari norma global yang berlangsung lama terhadap penggunaan senjata kimia dan pembatalan Suriah dari tanggung jawabnya dalam Konvensi Senjata Kimia, yang bergabung pada 2013," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Ned Price, seperti disitir dari Reuters, Minggu (23/10/2016).
Dalam kesempatan itu, Price juga menyinggung keterlibatan Rusia dalam perang saudara di Suriah. "Dukungan militer dan ekonomi Rusia untuk Suriah memungkinkan rezim Assad untuk melanjutkan kampanye militer terhadap rakyatnya sendiri," kata Price.
Laporan keempat dari penyelidikan selama 13 oleh PBB dan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), global pengawas senjata kimia, menyalahkan pasukan pemerintah Suriah untuk serangan gas beracun di Sarmin, Idlib, pada 16 Maret 2015.
Rezim Assad juga dianggap bertanggung jawab atas serangan gas kloris di Talmenes pada tanggal 21 April 2015. Laporan itu juga menyatakan jika ISIS menggunakan gas belerang mustard dalam serangan di Aleppo, Suriah utara pada 21 Agustus 2015.
(ian)