Diancam Dicegat Jet Tempur Ukraina, Pesawat Belarus Putar Balik

Minggu, 23 Oktober 2016 - 04:13 WIB
Diancam Dicegat Jet...
Diancam Dicegat Jet Tempur Ukraina, Pesawat Belarus Putar Balik
A A A
KIEV - Pesawat penumpang Belarus yang terbang dari Kiev menuju Minsk, terpaksa putar balik ke Bandara Zhulyany, Kiev. Pihak masakapai mengatakan, langkah itu diambil setelah otoritas Ukraina mengancam akan mencegat pesawat yang membawa 142 orang tersebut.

Pesawat Belarus yang mengaku diancam itu adalah pesawat Belavia. Pilot pesawat mengaku menerima pesan ancaman dari pengendali lalu lintas Ukraina agar segera putar balik ke Kiev, tanpa ada penjelasan lebih lanjut.

”Pada tanggal 21 Oktober 2016, Belavia Boeing 737-800 nomor EW-456PA, melaksanakan penerbangan V2-840 dari Zhulyany (Kiev) ke Minsk terpaksa kembali ke bandara keberangkatan. Ada 136 penumpang dan enam awak,” kata pihak maskapai Belavia dalam sebuah pernyataan.

Pesawat Belavia sudah terbang sejauh 50 kilometer dari perbatasan Belarus ketika ada perintah untuk putar balik ke Kiev.

”Hal itu juga dinyatakan (pengendali lalu lintas) bahwa dalam kasus ini, jika perintah itu tidak terpenuhi, jet tempur akan dikirim ke udara,” lanjut pihak maskapai.

Wakil direktur umum maskapai, Igor Cherginets mengatakan kepada kantor berita RIA Novosti, yang dikutip Minggu (23/10/2016), mengatakan, percakapan antara pilot dan pengendali lalu lintas udara, termasuk ancaman untuk mengirim jet tempur untuk mencegat pesawat telah dicatat. Rekaman percakapan itu disimpan pihak masakapai Belavia.

Setelah mendarat di Kiev, salah satu penumpang dikeluarkan dari penerbangan oleh aparat penegak hukum Ukraina. Pesawat kemudian mengisi bahan bakar dan diizinkan melanjutkan penerbangannya ke Minsk.

Pihak maskapai Belavia meminta maaf kepada penumpang atas ketidaknyamanan ini. Pihak maskapai berniat untuk menuntut kompensasi terhadap otoritas penerbangan Ukraina.

Namun, otoritas penerbangan Ukraina, bersikeras bahwa pesawat itu diperintahkan untuk kembali ke Kiev guna mematuhi perintah dari Dinas Keamanan Ukraina (SSU). Perintah itu muncul setelah intelijen mengumumkan ada potensi ancaman terhadap keamanan nasional di dalam pesawat Belavia.

”Kemarin, kantor kami menerima informasi tentang warga negara asing dan kemungkinan (menimbulkan) ancaman terhadap keamanan nasional negara kami. Pada saat kami menerima informasi ini, orang yang bersangkutan muncul, berada di pesawat Belavia yang seharusnya berangkat ke Minsk,” kata kepala staf dari SSU, Alexander Tkachuk.

Dia mengklaim SSU telah bertindak dalam kerangka hukum. Dia juga membantah klaim bahwa Ukraina telah mengancam untuk mencegat pesawat Belarus itu dengan jet tempur. Tkachuk menyebut tuduhan mengirim jet tempur itu sebagai laporan tidak masuk akal.
(mas)
Berita Terkait
Presiden Belarusia Akan...
Presiden Belarusia Akan Mundur Setelah Referendum
Helikopter Mi-8 Ukraina...
Helikopter Mi-8 Ukraina Dituding Langgar Wilayah Udara Belarus
Takut Dikudeta, Presiden...
Takut Dikudeta, Presiden Belarusia Perintahkan Perbatasan dengan Ukraina Ditutup
Batalion Sistem Pertahanan...
Batalion Sistem Pertahanan Udara S-400 Rusia Tiba Belarus
Rakyat Belarusia Lawan...
Rakyat Belarusia Lawan Diktator
NATO Bantah Tumpuk Pasukan...
NATO Bantah Tumpuk Pasukan dan Peralatan Militer Dekat Belarusia
Berita Terkini
3 Fakta Kepulauan Chagos...
3 Fakta Kepulauan Chagos yang Akan Dibeli AS, Salah Satunya Jadi Kekuatan Militer Amerika-Inggris
22 menit yang lalu
Lebanon Jadi Titik Krisis...
Lebanon Jadi Titik Krisis bagi Gencatan Senjata Perang Iran, Ini 4 Alasannya
22 menit yang lalu
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
1 jam yang lalu
4 Alasan Iran Kembali...
4 Alasan Iran Kembali Gempur Israel, Ingin Tunjukkan Solidaritas ke Hizbullah
1 jam yang lalu
Israel Pecat Wakil Bos...
Israel Pecat Wakil Bos Mossad setelah Gagal Operasi Runtuhkan Rezim Iran
1 jam yang lalu
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
2 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved